Menang Hitung Cepat, Ganjar Pranowo ‘Nyekar’

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO(KRJOGJA.com) – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 'nyekar' atau ziarah kubur di makam kedua orang tuanya di pemakaman umum Kelurahan Semawung Daleman Kecamatan Kutoarjo, Jumat (29/6) siang. Cagub petahana itu ziarah pasca memenangi hitung cepat versi lembaga survei dan KPUD dalam Pilgub Jateng 2018.

Ganjar didampingi istrinya, Siti Atiqoh Supriyanti langsung menuju makam begitu sampai dari Semarang. Keduanya mendoakan almarhum ayahnya S Parmoedji dan ibunya Sri Suparni didampingi ulama setempat. "Kita harus selalu ingat orang tua. Setelah keduanya wafat, inilah yang bisa kami berikan selaku anak-anak," ujar Ganjar, menjawab pertanyaan wartawan.

Ziarah, lanjutnya, juga menjadi pengingat bahwa semua yang hidup pasti akan menghadapi kematian. Untuk itu, katanya, manusia harus memberikan yang terbaik selama masih diberi kesempatan oleh Tuhan.

Setelah ziarah, Ganjar menuju rumah orang tuanya di Kampung Aglik Utara Semawung Daleman. Ganjar bertemu ratusan pendukung dan masyarakat yang datang untuk memberi ucapan selamat.

Disela silaturahmi itu, Ganjar mengemukakan beberapa rencana ketika memimpin Jawa Tengah lima tahun ke depan. Salah satunya, Ganjar menyatakan fokus menangani persoalan pupuk.

Menurutnya, akan dibentuk satu tim untuk mengecek persoalan kesulitan petani mendapatkan pupuk. "Tim khusus akan diterjunkan mengecek satu persatu wilayah yang diceritakan kesulitan mendapat pupuk," terangnya. 
Kabar kesulitan pupuk, kata Ganjar, menjadi isu menarik yang disajikan kepada publik menjelang Pilgub. Padahal, tidak ada yang salah dengan program Kartu Tani yang digulirkan pemerintah.

Ia mengaku, hanya ingin subsidi pupuk sesuai peruntukan dan tepat sasaran. Ganjar menganalogikan dengan distribusi gas tabung tiga kilogram yang pada tabungnya tertera tulisan 'Hanya Untuk Masyarakat Miskin'. "Tetapi ternyata semua bisa beli gas melon. Adanya Kartu Tani itu untuk mengubah pola yang ada, menjamin setiap petani bisa mendapatkan pupuk," terangnya.

Terkait program awal setelah dilantik, Ganjar berencana mengajak Taj Yasin melakukan penetrasi birokrasi. Ganjar ingin Taj Yasin segera bisa menyesuaikan diri dengan situasi pemerintahan Jawa Tengah. "Harus segera membahas anggaran, sehingga tahun 2019 sudah terlihat pelaksanaan program yang kami rencanakan," tandasnya.(Jas)

 

 

BERITA REKOMENDASI