Mendag M Lutfi Dorong Digitalisasi Pasar Rakyat

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meresmikan Pasar Purworejo, Selasa (23/02/2022). Dalam peresmian itu, Mendag mendorong proses digitalisasi pasar rakyat agar bisa menjawab tantangan zaman.

Mendag M Lutfi hadir didamping Menteri BUMN Erick Thohir, Dirut BRI Sunarso dan sejumlah pejabat lainnya. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Mendag.

Mendag Lutfi mengatakan, proses digitalisasi pasar rakyat menjadi hal penting yang harus dilakukan. “Digitalisasi baik dari sisi finansial maupun infrastruktur, semua harus dijalankan semaksimal mungkin,” tuturnya.

Tujuan dari digitalisasi itu, katanya, adalah untuk memudahkan transaksi konsumen dan menciptakan efisiensi. Apabila kemudahan terwujud dan semakin banyak yang belanja ke pasar, katanya, akan meningkatkan kesejaahteraan masyarakat di daerah tersebut.

Fasilitasi program digitalisasi antara lain dilakukan BRI. Saat ini, lanjutnya, BRI memfasilitasi kurang lebih 6.000 pasar yang telah mengaplikasikan sistem digital dalam aktivitas transaksinya. “Maka hari ini Pak Erick Thohir mengajak Dirut BRI, Karena BRI ini telah mempunyai kurang lebih 6.000 pasar yang siap bersinergi untuk dilakukan digitalisasi,” ungkapnya.

Pasar rakyat, katanya, juga harus dijaga agar selalu nyaman bagi konsumen. “Jaga selalu kebersihan dan kenyamanan, sehingga jika pasar ramai, maka masyarakat sejahtera, termasuk bagi petani yang memasok hasil bumi untuk Pasar Purworejo,” tegasnya.

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mengatakan, Pasar Purworejo memiliki luas 12.792 meter persegi dan dibangun di atas tanah seluas 21.638 meter persegi. Pasar memiliki 81 kios dan 1.368 los yang ditempati 1.800 pedagang.

Konstruksi pasar dibangun menggunakan anggaran APBD Tahun 2020 dengan nilai kontrak Rp.33.236.142.000. “Sedangkan pembangunan landscape dengan APBD Tahun 2021 dengan nilai kontrak Rp 4.601.768.000,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemkab Purworejo menaruh perhatian yang begitu besar terhadap keberadaan pasar daerah, mengingat arti penting dan strategisnya sebagai urat nadi perekonomian rakyat. “Kami memiliki 31 pasar daerah dan 90 persen diantaranya dalam kondisi yang baik,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengharapkan dukungan dari Pemerintah Pusat dalam berbagai bentuk, untuk lebih mengoptimalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Purworejo. (Jas)

BERITA REKOMENDASI