Menunggu Nasib BUMD Aneka Usaha Temanggung

Editor: Agus Sigit

TEMANGGUNG KRjogja.com – Nasib badan Usaha MiliK Daerah (BUMD) Aneka Usaha Kabupaten Temanggung tinggal menunggu waktu. Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan nasib perusahaan plat merah itu diputuskan setelah keluar laporan resmi hasil audit dari kantor akuntan publik (KAP).

“Hasil audit dari KAP sedang ditunggu untuk menentukan nasib BUMD Aneka Usaha,”kata Al Khadziq ditemuai usai mengikuti Sidang Paripurna, Senin (8/11).

Dia mengatakan KAP yang ditunjuk Pemkab Temanggung sedang menyusun laporan akhir hasil audit. Beberapa waktu lalu KAP telah memberikan presentasi pada pihaknya atas hasil audit.

BUMD Aneka Usaha sedang dilakukan audit terkait dengan habisnya masa jabatan direksi yang lama, dan mau beralih direksi yang baru.

Dia mengemukakan jika dilihat dari kinerja perusahaan, selama ini memang tidak ada tanda-tanda membaik atau potensi-potensi sehingg perlu dilakukan audit KAP.

Dia menyampaikan sikap pemerintah kabupaten dalam menjawab pertanyaan DPRD terkait dengan nasib BUMD Aneka Usaha tetap menunggu laporan KAP.

“Kami akan jalankan atau tindak lanjuti rekomendasi atas hasil audit,”kata dia.

Dia mengemukakan termasuk bagaiman nasib BUMD Aneka usaha akan ditentukan dengan menlihat hasil audit tersebut. Dari hasil audit akan terlihat kodisi senyatanya perusahaan daerah tersebut seperti aset, modal, likuiditas keseimbangan Cash flow dan lainnya.

Adanya pengusulan Rp 200 juta yang dilampirkan pihaknya ke DPRD diterangkannya merupakan skema penyertaan modal pada BUMD dan hal itu memang kewajiban pemerintah dalam penyertaan pada BUMD sesuai Perda.

Dana itu oleh BUMD Aneka Usaha akan digunakan untuk pembelian mesin cetak. Tetapi seiring perkembangan dan dinamika keuangan daerah. Penyertaan modal itu akan dievaluasi.

“Selain menunggu KAP, keuangan daerah juga akan dipergunakan untuk saving penyelenggaraan pemilu,” katanya.

Anggota DPRD Komisi B Slamet SE mengatakan perlu penjelasan dari Bupati Temanggung dengan perkembangan audit BUMD Aneka Usaha. Perusahaan daerah tersebut dinyatakan tidak sehat karena terus merugi, kendati terus mendapat suntikan dana penyertaan modal pemerintah.

Dikatakan Pemerintah dan DPRD setuju untuk sementara membekukan operasional BUMD Aneka usaha sampai menunggu hasil audit KAP.

“Hasil audit masih ditunggu. Karena akan dipergunakan untuk menentukan kebijakan pada perusahaan tersebut,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI