Merajut Kebersamaan dalam Perbedaan, Kemenag Gencarkan Moderasi Beragama

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kementerian Agama gencarkan moderasi beragama untuk merajut kebersamaan dalam kehidupan beragama. Agama jangan lagi dikesankan sebagai sesuatu yang keras dan tidak ramah. Jadi moderasi beragama sesungguhnya bagaimana beragama di tengah-tengah perbedaan. Jangan merasa menang sendiri dan benar sendiri, Jika ada permasalahan di musyawarahkan penyelesaiannya.

Demikian disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Prof Achmad Gunaryo ditemui disela-sela Road Show Jagongan Moderasi Beragama Umat Buddha bertajuk ‘Beragama dengan Ramah untuk Indonesia’ dan Pengukuhan Penyuluh Lintas Agama (Pelita) di Dusun Krecek Desa Getas Kecamatan Kaloran Temanggung, Selasa (01/06/2021) sore.

“Moderasi di Jawa Tengah telah digelar di Temanggung dan Klaten, selanjutnya di Tegal dan meluas ke seluruh Indonesia. Yang lebih siap yang didahulukan,” kata Prof Achmad Gunaryo.

Dia mengatakan pada tahun 2022 dijadikan sebagai tahun kerukunan, untuk mencapainya tidak sekedar dialog antar umat beragama tetapi dengan berbagai program diantaranya penerbitan buku dan pementasan seni budaya. Untuk direktorat lain, terangnya, dibidang pendidikan ada perbaikan kurikulum untuk toleransi dan moderasi. “Kita mengajarkan perilaku pada semua pihak. Kita ini sedang merajut kembali kebhinekaan,” kata dia.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan jagongan moderasi keberagamaan sangat baik sekali, yakni untuk membahas tentang keberagaman dan menyatukan berbagai pandangan yang berbeda-beda. “Kita bisa sama-sama membangun kesadaran. Minimal kesadaran peserta jagongan yang sekarang terbatas para tokoh agama tetapi harapanya nanti bisa diteruskan kepada umat beragama di seluruh Kabupaten Temanggung,” kata dia.

Dia berharap forum moderasi bisa dilaksanakan secara rutin bahkan dapat dilaksanakan di berbagai tingkat dan tempat di Kabupaten Temanggung. Pemkab Temanggung siap memfasilitasi demi membangun kehidupan beragama kehidupan multietnis yang lebih damai bersatu dan bersaudara.

Tokoh Agama dan pengasuh ponpes API Tegalrejo Magelang, Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengatakan moderasi beragama sangat penting di zaman ini untuk membentengi paham dan gerakan-gerakan transnasional yang berusaha merusak kerukunan yang telah terbina selama ini. “Melihat pergerakan-pergerakan trans nasional. Masuknya paham dari luar harus dibentengi bersama sebagai tanggungjawab anak bangsa semua agama,” kata dia.

Dia mengatakan moderasi beragama harus ditanamkan sejak kecil seperti diusia SD terutama SMP. Diusia itu harus mulai ditanamkan pemahaman agama yang benar. Mereka harus dikawal sejak awal agar tidak menjadi korban dari masuknya paham radikal.

Dalam moderasi beragama tersebut juga diisi dengan pementasan seni budaya yang melibatkan multiagama yang ada di Temanggung. Pementasan itu berkisah kebersamaan dan kerukunan yang terjalin ditengah berbedaan masyarakat. (Osy)

BERITA REKOMENDASI