Meski Medan Sulit, Pemadaman Kebakaran Sumbing Dilanjutkan

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kebakaran hutan dan lahan di wilayah gunung Sumbing masih berlangsung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung mencatat luasan yang terbakar, hingga Kamis (26/9/2019) mencapai sedikitnya 25 hektare.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Gito Walngadi mengatakan kebakaran di lereng gunung Sumbing meluas terutama di petak 23-3 dan 27-4. Api ini sempat padam namun ada kepulan asap yang kian lama semakin membesar. "Petugas diterjunkan untuk pemadaman, mereka berangkat sebelum subuh," kata Gito Walngadi, Kamis (26/9/2019).

Dia mengatakan petugas berangkat pagi dan ditarik petang karena  cuaca dan kondisi sudah tidak memungkinkan dan justru membahayakan personel. "Personel dan relawan yang naik untuk pemadaman telah terpilih, relawan juga bergilir untuk menjaga agar tetap fit," katanya.

Dikatakan petak yang terbakar yakni petak 23-3 dengan luasan baku 27,8 hektare dan petak 27-4 dengan luasan baku 40,9 hektare. Lokasi ini masuk di RPH Kemloko BKPH Temanggung KPH Kedu Utara atau berada di wilayah administratif Desa Kemloko Kecamatan Tembarak Temanggung.  

"Lokasi yang terbakar memiliki jenis tanaman rimba Campur dan masuk kelas hutan serta fungsi hutan lindung," katanya sembari menyampaikan kerugian material dari kebakaran tercatat Rp 3,6 juta dan api belum bisa dipadamkan karena medan yang sulit dijangkau.

Dia mengatakan upaya pemadaman dalam beberapa hari terakhir dengan cara tradisional. Pemadaman dan penyisiran titik api dengan tim ke 3 jalur yaitu jalur Banaran 12 orang bertugas melakukan pemantauan, pemadaman dan penyisiran titik api di seputaran pos 3 jalur Banaran.

Di jalur Walitis sebanyak 31 orang yang bertugas merintis jalur, penyekatan dan  pemadaman  titik api, sampai dengan dan jalur alternatif yang berada diantara jalur Banaran dan jalur Walitis sebanyak 13 orang yang bertugas merintis jalur dan melakukan pemadaman di atas blok Gowang.  

Dia berharap malam hari yang dingin dapat membantu pemadaman secara alami, sehingga api lekas padam atau sudah berkurang.

Pemerintah Kabupaten Temanggung, Kodim 0706, Polres dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyalurkan bantuan peralatan dan perlengkapan keselamatan untuk pemadaman gunung Sumbing pada relawan, Rabu (25/9/2019).

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan bantuan yang disalurkan pada relawan adalah peralatan dan perlengkapan keselamatan, yang Senin (23/9/2019) disampaikan saat pertemuan dengan Kapolda Jateng Irjen (Pol) Rycko A Dahniel di Posko Banaran. "Peralatan dan perlengkapan itu sangat diperlukan dalam pemadaman," kata Kapolres.

Dia mengatakan bantuan itu berupa 30 pasang sepatu boot, masker 6 dos, masker asap 5 buah, sarung tangan 8 bungkus, oksigen 3 botol obat-obatan, head lamp, dan parang/ golok 55 buah. " Polres menerjunkan tim siaga medis untuk pengecekan kesehatan terhadap relawan," katanya.

Bantuan, terangnya, langsung dipakai relawan dan petugas untuk pemadaman di lereng Gunung Sumbing. (Osy)

BERITA REKOMENDASI