Model Layanan BBRSPDI Raih Penghargaan

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Inovasi model layanan rehabilitasi sosial berbasis jejaring kerja melalui sheltered workshop peduli (SWP) yang dikembangkan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Panti Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) ‘Kartini’ di Temanggung, mendapat penghargaan TOP 40 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Plt Kepala BBRSPDI ‘Kartini’ di Temanggung, Langgeng Setiawan mengatakan inovasi layanan dari BBRSPDI juga ditunjuk sebagai pilot project Asia Pasific Development Centre on Disabilities (APCD).

“Kami terus kembangkan dan berusaha sempurnakan model layanan SWP, agar layanan semakin baik,” kata Langgeng, Rabu (4/3/2020)

Dia mengatakan salah satu wujud peningkatan layanan adalah digelarnya Desiminasi dan Pembekalan Keterampilan Teknis Pendamping Sheltered Workshop peduli (SWP) selama 2 hari, 4-5 Maret 2020.

Dia mengatakan model layanan tersebut dikembangkan BBRSPDI berdasar analisis masalah bahwa penyandang disabilitas intelektual di masyarakat masih banyak yang terstigma, termarginalkan, minim akses, beban keluarga dan mereka tidak mampu bersaing bekerja pada sektor open employment karena kedisabilitasannya.

Maka itu, terangnya, melalui desiminasi dan pembekalan itu, para peserta diharapkan dapat mengetahui langsung bagaimana keterlibatan pengurus, masyarakat dan stakeholder dalam mengembangkan keswadayaan SWP. Selain itu menggali dari pengurus, pengelola, masyarakat serta stakeholder yang dapat diterapkan di wilayahnya masing-masing.

“Kami targetkan peserta dari Dinas Sosial dapat memfasilitasi pendampingan SWP dan mengaitkan dengan stakeholder lainnya,” katanya.

Dikatakan penyandang disabilitas harus dapat mandiri dan hidup di masyarakat tanpa halangan. Sehingga pendamping disabilitas sosial harus punya kepedulian yang tinggi untuk membimbing.

Dia mengatakan pada 2020 ini jajaran pejabat di lingkungan kementerian sosial wajib mengenakan batik ciprat hasil penerima manfaat di panti sosial. Maka itu pihaknya segera berkoordinasi berkolaborasi bersinergi dengan pendamping dan disabilitas intelektual yang punya usaha batik ciprat.

Ketua panitia Agustine mengatakan desiminasi dan pembekalan keterampilan teknis pendamping diikuti 60 peserta yang terdiri 45 pendamping. Mereka dari berbagai kabupaten seperti Kudus, Malang, Pekalongan, Magetan, Kulonprogo, Blitar, Banjarnegara, dan Madiun. Sedangkan materi yang disampaikan adalah kebijakan dan program rehabilitasi sosial lanjut, pengelolaan sheltered workshop peduli, pengenalan dan pekerja penyandang disabilitas intelektual, pengembangan usaja dan strategi marketing kreatif dan manajemen pengelolaan sheltered workshop peduli.

“Nara sumber dari akademisi, praktisi dan jajaran kementerian sosial,” katanya

Diharapkan usai ikut acara ini dapat menginspirasi pengurus SWP di masing-masing lokasi untuk mengembangkan kelembagaannya sehingga mampu memberdayakan penyandang disabilitas untuk memperoleh hak-haknya. (Osy)

BERITA TERKAIT