MTCC UM Magelang Gelar Training Khusus Perda KTR

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG (KRJogja.com) – Muhammadiyah Tobacco Control Centre (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, International Against Tuberculosis and Lung Diseases (The Unions), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Aliansi Bupati dan Walikota Peduli Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menyelenggarakan training khusus berkaitan dengan bagaimana sebuah kabupaten dan kota memiliki Perda KTR yang komprehensif.

Pelatihan dilaksanakan di Grand Artos Hotel and Convention Magelang dengan diikuti perwakilan beberapa daerah di wilayah Jawa Tengah, serta dibuka Kasubdit Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan RI dr Theresia Sandra Diah Ratih MHA. 

Acara pembukaan dihadiri Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo MT, Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT yang diwakili Staf Ahli Walikota Magelang Drs Aris Nugroho maupun lainnya. Di forum ini Aris Nugroho juga membacakan sambutan tertulis Walikota Magelang.

Media Network and Communication Officer MTCC UM Magelang Rochiyati Murni N mengatakan ketersedian perda tersebut untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok, termasuk juga mengatur tentang iklan rokok yang sangat masif di kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.

Tujuan dan target kegiatan pelatihan diantaranya mewujudkan komitmen bersama dalam inisiasi perda KTR bagi 20 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, meningkatkan peranserta SKPD dalam mensukseskan pogram KTR, membantu kabupaten dan kota dalam menyusun regulasi KTR 100 persen dan pelarangan iklan promosi serta sponsorship rokok secara komprehensif. Juga dradting raperda KTR, menyusun rencana kerja advokasi perda KTR masing-masing kabupaten dan kota di Provinsi Jateng dan DIY.

Sementara itu dr Theresia Sandra Diah Ratih diantaranya mengatakan derdasarkan hasil riset kesehatan nasional (Riskesnas) dan riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013-2016, peningkatan merokok terjadi pada anak-anak.

Peningkatan di usia dewasa sekitar 0,2 persen. Tetapi bila melihat dari segmen usia 15-19 tahun, yaitu usia SMP dan SMA, di tahun 2013 kenaikannya sekitar 27 persen. "Sekarang sudah mencapai sekitar 54 persen, dua kali lipat kenaikannya pada anak-anak," katanya. (Tha)

 

BERITA REKOMENDASI