Musda ke-VI, Polosoro Jangan Jadi Ajang Perpecahan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Polosoro, sebagai organisasi yang mewadahi para kepala desa (Kades), kepala kelurahan (Kalur) dan perangkat desa (Perdes) di Kabupaten Purworejo diharap mampu menjadi ajang keakraban. Mereka juga diharap berperan aktif dalam membantu masyarakat memerangi pandemi covid-19.

Demikian dikemukakan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Purworejo R Muhammad Abdullah SE SH dan Wakil Bupati (Wabup) Purworej Hj Yuli Hastuti SH, Kamis (09/07/2020).

Di sela-sela Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI yang berlangsung di Gedung Wanita Purworejo R Muhammad Abdullah menandaskan, bahwa Polosoro harus mampu menjadi sarana mengakrapkan segenap anggotanya, sehingga terjadi saling interaksi positif dan saling tukar pemikiran untuk meningkatkan inovasi dalam membangun desa. “Jangan sampai dalam paguyuban ini justru menjadi ajang perpecahan antaranggota,” katanya,

R Muhammad Abdullah menilai bahwa paguyuban ini memiliki kekuatan luar biasa karena beranggotakan para pejabat di tingkat desa dan kelurahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Beranggotakan 494 Kades dan Kalur beserta sekitar 5.200 perdes. “Ini potensi besar untuk menggerakkan pembangunan,” tandasnya.

Dalam Musda yang dibuka Wakil Bupati (Wabup) Purworej Hj Yuli Hastuti SH ini, Kepala Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi Suwarto terpilih secara aklamasi untuk memimpin Polosoro tiga tahun kedepan. Menggantikan Dwi Darmawan Kades Trirejo Kecamatan Loano yang habis masa baktinya.

Pada kesempatan itu Hj Yuli Hastuti menandaskan, bahwa para Kalur, Kades dan Perdes ini merupakan ujung tombak pembangunan, karena mereka inilah yang berhadapan langsung dengan persoalan di tengah masyarakat. “Termasuk dalam mengatasi pandemi virus Corona (Covid-19) yang terjadi saat ini,” tandasnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI