Museum Sonobudoyo dan Pleret, Pamerkan Koleksi di Purworejo

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Museum Sonobudoyo dan Museum Sejarah Purbakala Pleret memamerkan puluhan koleksinya di Gedung Kesenian WR Supratman Purworejo, Senin – Sabtu (18 – 22/2). Dua museum besar itu pameran dalam rangka Muhibah Budaya Purworejo.

Museum Sonobudoyo menampilkan koleksi wayang golek, manekin penari golek menak pria dan wanita, versi digital Babad Giyanti. Sementara Museum Pleret menghadirkan beberapa replika peninggalan Kerajaan Mataram Islam, seperti Watu Gateng, Watu Gilang, dan situs Beteng Cepuri. “Dalam muhibah budaya ini, Sonobudoyo menampilkan golek menak karena konteksnya adalah budaya Mataraman. Dimana golek menak merupakan akomodasi Mataram dalam pengaruh islam,” terang kurator Museum Sonobudoyo, Elvani Mutiara Tsani, kepada KRJOGJA.com,

Museum juga menampilkan naskah Babad Giyanti dalam versi digital dan Serat Menak Kuristam, dua karya yang disusun Yasadipura. Menurutnya, museum tidak menampilkan koleksi asli karena mempertimbangkan faktor keamanan mengingat nilai koleksi itu yang luar biasa. Untuk menarik minat pengunjung, stan museum menyediakan permainan dengan hadiah aksesoris.

Selain dua museum, Dinas Kebudayaan Yogyakarta juga menghadirkan UPT Taman Budaya Yogyakarta yang memamerkan koleksi foto dan karya kontemporer, seksi bahasa dan sastra Dinbud Yogyakarta dengan koleksi manuskrip, desa budaya binaan dinas di Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul, serta pemutaran film tentang Yogyakarta. Hari pertama pelaksanaan, sedikitnya 300 orang menyaksikan pameran itu.

Pengunjung pameran, Tri Fajar Supriyanto mengaku datang melihat pameran karena tertarik dengan koleksi manuskrip dan naskah kuno. Ia mengaku hobi mempelajari naskah kuno dari berbagai kerajaan di Indonesia. “Saya dengar ada koleksi naskah yang dipamerkan, jadi datang untuk melihat dan belajar. Selama ini di Purworejo amat sulit untuk bisa mempelajadi naskah kuno, sebab museum tidak punya koleksinya,” tutur santri Ponpes Al Anwar Maron itu.

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo Agung mengemukakan, pameran merupakan kerjasama dinparbud dengan Dinbud Provinsi Yogyakarta. Selain itu, pameran merupakan program dan dibiayai Dinbud Yogyakarta. “Kita mendapat peluang untuk jadi tempat pameran, maka kita selaraskan sekalian dengan momentum Hari Jadi Purworejo ke 189,” ungkapnya.(Jas)

BERITA TERKAIT