Musim Penghujan, Purworejo Siaga Bencana

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kendatipun intensitas hujan di wilayah Kabupaten Purworejo masih rendah, namun dalam waktu dekat, atau awal tahun 2020 diperkirakan curah hujan akan tinggi. Kondidi ini mengingatkan warga masyarakat Purworejo terutama yang bermukim di wilayan rawan bencana untuk selalu waspada. Mengingat Purworejo merupakan daerah rawan banana tanah longsor, banjir dan angin rebut.

“Kita sudah harus mulai waspada, meskipun saat ini intensitas hujan masih rendah,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Drs Sutrisno MSi, Kamis (5/12/2019).

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan diri menghadapi musim penghujan tahun 2019 di pendapa rumah dinas bupati setempat, Sutrisno mengingatkan bahwa musim penghujan sudah tiba meskipun saat ini curah hujan di Purworejo masih rendah. Namun di awal tahun nanti, curah hujan diprediksikan bakal tinggi.

“Kita juga sudah memetakan daerah-daerah yang rawan bencana, termasuk masyarakatnya harus kita siapkan,” tandasnya.

Rakor diikuti para camat, relawan dan stakeholders lainnya yang terkait dengan kebencanaan. Pada kesempatan itu Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM juga menyerahkan bantuan kepada camat Purwodadi, Bagelen dan Butuh berupa tiga unit perahu fiber untuk ditempatkan di tiga kecamatan itu. Karena ketiga kecamatan ini merupakan daerah rawan bencana banjir, sehingga bantuan perahu fiber sangat dibutuhkan. Disamping itu juga kesiapan sumberdaya manusia, anggaran, peralatan dan logistik. 

“Saat ini meskipun intensitas hujan di Purworejo masih ringan, namun diharapkan masyarakat tetap waspada,” tandas Agus Bastian.

Ditambahkan, pada bulan pancaroba dari perubahan musim kemarau ke musim hujan, biasanya terjadi bencana tanah longsor, banjir, puting beliung, dan bencana lainnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI