Musim Tanam Kedua, Petani dan Pengelola Waduk Tak Ada Titik Temu

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Musyawarah dalam menghadapi MT (Musim Tanam) II 2019/2020 antara petani Kebumen dengan pengelola Waduk Wadaslintang dan Waduk Sempor, baru-baru ini, tak ada titik temu.

Di satu sisi, para petani di wilayah Daerah Irigasi (DI) Wadaslintang Barat dan DI Sempor menginginkan untuk menanam padi di MT II, namun di sisi lain pengelola waduk meminta petani untuk menanam palawija, karena aliran air kedua waduk dihentikan di awal dan pertengahan Mei 2020.

Menurut Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kebumen, Supangat ST, kedua pengelola waduk tersebut yaitu Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dan Balai Pengelola Sumber Daya Air Progo Bogowonto dan Luk Ulo (BBSDA Probolo) belum lama ini mengundang musyawarah berbagai pihak yang terkait MT II 2019/2020, termasuk sejumlah kelompok tani pengguna air waduk di Kebumen.

“Sampai akhir acara ternyata tak ada titik temu karena petani menginginkan bertanam padi. Namun di sisi lain BBWSSO dan BBSDA Probolo tak sanggup menyediakan air untuk keperluan tanaman padi karena air Waduk Wadaslintang dihentikan 1 Mei 2020 dan air Waduk Sempor dihentikan pertengahan Mei 2020.
Mengingat, air kedua waduk tak akan mencukupi kebutuhan tanaman padi,” ujar Supangat, di ruang kerjanya, Senin (18/5/2020).

BERITA REKOMENDASI