Musim Tanam Telat, Cadangan GKG jadi Andalan

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Musim Tanam (MT) I 2019/2020 di Kebumen terlambat yang hingga Januari 2020 sudah hampir mencapai 4 bulan, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menjamin bahwa stok berasdi Kebumen bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Kebumen selama 10 bulan ke depan.

"Kami sudah menginventarisasi stok gabah kering giling (GKG) di  gudang-gudang milik Pemkab Kebumen, pedagang-pedagang besar beras di wilayah Kebumen, lumbung padi milik kelompok tani dan milik desa . Ternyata, jumlahnya bisa mencukupi kebutuhan beras bagi warga  Kebumen selama 10 bulan atau sepanjang Januari sampai Oktober 2020," ujar Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen, Kristiana Marahastuti MP, di ruang kerjanya, Kamis (16/01/2020).

Dampak terlambatnya musim tanam padi kali ini menurut Kristiana menyebabkan tingkat produksi padi di Kebumen di tahun 2020 belum bisa diprediksi mengingat hingga pertengahan Januari 2020 mayoritas petani padi beririgasi teknis Kebumen belum memulai penanaman.

"Dalam kondisi yang memprihatinkan ini kami berusaha memikirkan  ketersediaan beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat selama belum panen. Andalan kami saat ini adalah cadangan GKG di gudang-gudang pangan dan lumbung pangan di wilayah Kabupaten Kebumen," ujar Kristiana. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI