MWC NU Ngablak Kembali Bagikan Masker

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, kembali membagikan ribuan masker Rabu (15/4/2020). Kali ini dibagikan ke Pondok Pesantren, Pasar dan Kantor Balai Desa se Kecamatan Ngablak. Selain masker, juga dibagikan sabun NUsa.

Koordinator Kegiatan, Afifudin sekaligus Sekretaris MWC NU Ngablak mengatakan, setelah minggu lalu membagi 2500 Masker, kini ada 2750 masker yang dibagikan. “Total hingga saat ini telah 5250 masker yang sudah dibagikan dan dipakai warga Ngablak dan ratusan sabun NUsa. Gerakan memakai nasker ini akan terus digaungkan NU Kecamatan Ngablak ke masyarakat dan umat, sebagai antisipasi percepatan penanganan Covid-19,” katanya.

Disampaikan, gerakan ini akan terus dilakukan apalagi setelah beberapa hari lalu, ada warga Ngablak yang meninggal di rumah sakit dan dikuburkan dengan standar pemakaman seperti pasien positif Covid 19. “Situasi seperti itu, membuat kita semua semakin waspada dan akan terus memberikan edukasi, sosialisasi betapa pentingnya memakai masker dalam aktifitas. Terlebih untuk pekerja harian yang tidak mengenal istilah dirumah saja. Karena kebutuhan hidup mereka harus kerja dan bertemu banyak orang. Tidak tahu siapa yang sehat dan siapa yang tdk sehat, sehingga membiasakan pakai masker adalah cara pertama yang paling aman, efektif di samping cuci tangan dan jaga jarak,” jelasnya.

Kegiatan ini, lanjut Afif, jelas bukan untuk mencukupi kebutuhan masker, tapi sebagai pesan dari pihaknya bahwa memakai masker adalah sangat penting. “Gerakan sejuta masker ini akan terus digaungkan, biar menjadi kebiasaan orang desa pegunungan yang kadang malu memakainya. Nampak sekali seperti minggu kemarin, aktivitas pasar Ngablak yang masih biasa, berkerumun berinteraksi ramai tidak semua pakai masker. Itu jelas berisiko. Saat ini semua harus bangkit bergerak bekerjasama melawan corona, termasuk NU Ngablak,” tegasnya.

Dalam kegiatan tadi, pihaknya dibantu 150 relawan yang terdiri dari pengurus MWC NU, Muslimat-Fatayat, Ansor, ratusan banser dan IPNU-IPPNU. “Tim dibagi dua kelompok untuk mengunjungi 16 Desa. Tim pertama bergerak di sebelah utara Gunung Andong, sementara tim dua ke desa-desa disebelah selatannya. Di mulai jam 09.00 wib,” ungkapnya.

Sementara Camat Ngablak Imam Wisnu Kusuma S.STP, MM mengapresiasi kegiatan tersebut. Di sisi lain, pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan pengerahan massa, baik pada acara keagamaan maupun adat budaya. “Lebih baik di tunda dulu. Ini sudah tidak bisa ditawar tawar lagi. Apalagi sudah ada seorang warga Ngablak yang meninggal diduga karena corona. Meski masih PDP (Pasien Dalam Pengawasan), namun ini membuat kita harus lebih waspada,” pintanya. (Bag)

 

BERITA REKOMENDASI