Obwis Kebumen Dibuka untuk Wisatawan Lokal

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Obyek-obyek wisata di Kebumen yang ditutup sejak 15 Maret 2020 lalu oleh Pemkab Kebumen sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, mulai dibuka kembali pada 15 Juli 2020. Namun, pengunjungnya dibatasi hanya wisatawan lokal atau beralamat di wilayah Kebumen, berdasarkan kartu identitas resminya.

“Begitu pula, waktu operasionalnya dibatasi hanya 50 % dari waktu operasional normal.Jumlah pengunjungpun dibatasi hanya 50 % dari kapasitas obyek,” ujar Anggota Tim Verifikasi Obyek Wisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen, Fenny Yustin, di ruang kerjanya, Jumat (17/07/2020).

Pembukaan semua obyek wisata yang dikelola oleh Pemkab Kebumen maupun oleh swasta tersebut menurut Fenny dilakukan setelah dilakukan simulasi atau uji coba sejak 7 Juli sampai 14 Juli 2020 lalu.

“Dalam simulasi tersebut diterapkan protokoler Covid-19 kepada pengunjung, seperti wajib bermasker, cuci tangan sebelum masuk obyek dan pemeriksaan suhu tubuh. Juga, menjaga jarak sesama pengunjung dengan pengawasan ketat petugas kami. Jumlah pengunjung maupun waktu berlangsungnya simulasi juga dibatasi hanya 50 % dari kapasitas dan jam buka normal,” ujar Fenny.

Sebelum dilaksanakan simulasi selama 8 hari tersebut, para pengelola obyek wisata harus mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada Disporawisata Kebumen. Setelah itu Disporawisata menerjunkan Tim Verifikasi untuk memeriksa kelengkapan persyaratan administasi maupun prasarana di obyek tersebut. “Bila lulus verifikasi, maka simulasi boleh dilaksanakan,” ujar Fenny.

Direncanakan, obyek-obyek wisata tersebut nantinya akan mulai diizinkan menerima wisatawan dari luar Kebumen setelah Kebumen berstatus zona hijau Covid-19 dan harus melewati terlebih dahulu sejumlah prosedur.

Prosedur yang harus dilakukan adalah pengelola obyek meminta izin kepada Bupati Kebumen. Kemudian, Bupati akan mengizinkan dengan sejumlah pertimbangan, termasuk bila pengelola sanggup menjalankan berbagai aturan pengelolaan pariwisata di era kenormalan baru. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI