Ogah Kecolongan, Pemkab Temanggung Dirikan Posko Pencegahan Covid-19

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung mendirikan Posko pencegahan COVID-19 di pintu masuk Kota Temanggung yakni di UPT Labolatorium, Kowangan, sebagai langkah kehati-hatian pemerintah dalam pencegahan penyebaran Corona di daerah tersebut.

“Kami berharap orang usai bepergian bisa ke posko untuk dilakukan penyemprotan, pendataan dan cek suhu badan. Ini agar tidak terjangkit berbagai virus, khususnya Covid-19,” kata Bupati Temanggung Al Khadziq, Minggu (22/3/2020)

Dia mengatakan pada warga yang usai bepergian yang masuk ke posko tersebut diharapkan jikalau hasil pemeriksaan terpapar Covid-19, pemerintah sudah punya datanya.

Dia menyampaikan Minggu siang meninjau kesiapan RSUD Temanggung dalam penanganan kasus COCID-19 bersama Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Kepala Dinas Kesehatan, dan Direktur RSUD Temanggung.

Dikatakan dari 5 pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 yang ditangani di RSUD Temanggung, satu di antaranya telah dinyatakan negatif, sedangkan empat lainnya masih menunggu hasil laboratorium.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung, katanya kini memiliki 9 ruang isolasi dan siap menambah 10 ruang isolasi lagi jika eskalasi kasus COVID-19 meningkat. Apabila dalam perkembangannya belum cukup akan disiapkan lagi satu blok khusus sekitar 10 ruang isolasi lagi.

Dikatakan RSUD Temanggung mempunyai 1 dokter spesialis paru dibantu beberapa dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak dan juga jumlah paramedis yang cukup sesuai dengan jumlah tempat tidur yang disiapkan untuk penanganan COVID-19.

“Alhamdulillah dokter dan paramedis semuanya dalam kondisi siap untuk menghadapi masalah ini. Kami harapkan persiapan RSUD Temanggung ini bisa memberikan jaminan ketenangan kepada masyarakat Kabupaten Temanggung agar tidak panik menghadapi masalah COVID-19 ini,” katanya.

Mengenai orang dalam pantauan (ODP) COVID-19 yang begitu tinggi, dikatakan memang jumlahnya banyak, dirilis pertama ada 367 ODP dan sekarang sudah naik lagi menjadi 588 ODP. Mereka dikategorikan ODP karena baru bepergian dari daerah-daerah yang terjangkit.

Dikemukakan mereka yang masuk kategori ODP, antara lain ada 301 siswa SMAN 1 Temanggung yang baru pulang dari piknik ke Bali, sebagaimana diketahui Bali merupakan daerah terjangkit. Kemudian 38 warga Pakurejo Kecamatan Bulu juga baru pulang ziarah Wali Songo diteruskan ke Bali.

“Mereka waktu pulang ke Temanggung sudah kita semprot dengan cairan disinfektan dan kita periksa dan didata orangnya. Selain itu disarankan supaya tidak bepergian selama 14 hari,” katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI