Ombak Mengganas di Purworejo, Nelayan Libur

Menurutnya, nelayan tidak terlambat mengantisipasi karena mereka sudah mengetahui bakal datangnya ombak besar. “Kami memantau perkembangan cuaca dan tinggi gelombang lewat internet. Pakai ponsel dan sumber informasinya cari lewat Google,” tuturnya.

Nelayan memilih bekerja di sektor pertanian, tambak atau menjadi buruh. Tidak ada yang beralih ke sektor pariwisata karena objek Pantai Jatimalang ditutup sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia dua bulan lalu. Sebagian nelayan juga mengisi waktu dengan memperbaiki alat tangkap yang rusak.

“Untung juga sekarang objek ditutup, jadi ada ombak ganas tidak membahayakan orang. Kalau normal, pasti pantai dipadati pengunjung yang berlibur memanfaatkan momentum lebaran,” terangnya.

Camat Grabag Jainudin menambahkan, terjangan ombak mencapai warung wisata milik warga di Pantai Ketawangrejo yang berjarak sekitar seratus meter dari bibir pantai. Kendati demikian, tidak ada kerusakan atau korban jiwa akibat fenomena alam itu.

Jainudin meminta masyarakat untuk waspada dan tidak mendekat ke pantai. “Selalu waspada, jangan bermain di pantai. Selain ombak, sekarang juga sedang pandemi dan tidak ada objek wisata di Grabag yang beroperasi,” tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI