Ombak Tinggi, Nelayan Purworejo Libur Melaut

Editor: KRjogja/Gus

Ombak pesisir selatan Kabupaten Purworejo mengganas beberapa hari terakhir. Nelayan pun meliburkan diri dan memilih bekerja di sektor lainnya. Ombak besar karena pengaruh tingginya gelombang yang terjadi di perairan Samudera Hindia.

“Biasa kalau gelombang naik, ombak di pantai juga ikut meningkat. Ini fenomena biasa dan berlangsung beberapa hari saja,” ungkap nelayan Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi, Sutaryo, kepada KR, Kamis (28/5).

Nelayan mengantisipasi ombak yang pecah hingga seratus meter ke daratan itu dengan menambatkan perahu. Jaring dan peralatan tangkap yang biasa disimpan dalam perahu, juga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Tidak ada perahu atau alat tangkap yang rusak akibat terjang.

Menurutnya, nelayan tidak terlambat mengantisipasi karena mereka sudah mengetahui bakal datangnya ombak besar. “Kami memantau perkembangan cuaca dan tinggi gelombang lewat internet. Pakai ponsel dan sumber informasinya cari lewat Google,” tuturnya.

Nelayan memilih bekerja di sektor pertanian, tambak atau menjadi buruh. Tidak ada yang beralih ke sektor pariwisata karena objek Pantai Jatimalang ditutup sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia dua bulan lalu. Sebagian nelayan juga mengisi waktu dengan memperbaiki alat tangkap yang rusak.

“Untung juga sekarang objek ditutup, jadi ada ombak ganas tidak membahayakan orang. Kalau normal, pasti pantai dipadati pengunjung yang berlibur memanfaatkan momentum lebaran,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI