Opmas Masih Humani

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung menjaring ribuan warga dalam operasi masker (Opmas) guna penertiban protokol Kesehatan Covid-19

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadaman Kebakaran Temanggung Agus Munadi mengatakan ribuan warga terjaring pada operasi yang digelar di sejumlah titik keramaian dan rentan terjadi penularan Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami tindak tegas mereka yang kedapatan tidak gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Mayoritas mereka dikenai sanksi sosial berupa menyanyikan lagu kebangsaan dan pembersihan lingkungan,” kata Agus Munadi, Senin (26/10).

Dia mengatakan kendati ada aturan pengenaan denda bagi pelanggar protokol kesehatan, pihaknya belum akan menerapkannya. Pendekatan humanis masih dilakukan dengan pemberian hukuman atau sanksi bersifat edukatif dan sanksi sosial. Mereka juga harus bersumpah untuk tidak mengulang, dan mengenakan masker saat aktivitas di luar rumah.

Dia mengemukakan mayoritas mereka yang terjaring adalah laki-laki. Sedangkan sisanya adalah perempuan. Kecenderungan laki-laki mendominasi itu, dimungkinkan karena lelaki lebih banyak beraktivitas di luar rumah, meski dari tinjauan lain menyebutkan perempuan dinilai lebih taat aturan.

Dikatakan operasi akan terus dilakukan baik gabungan petugas dari Kabupaten Temanggung maupun Propinsi. Upaya ini dilakukan untuk menekan penyebaran covid-19 di Kabupaten Temanggung.

Ia menghimbau, agar masyarakat mematuhi dan menjalankan aturan Pemerintah dalam pencegahan penyebaran covid-19, sehingga upaya penekanan penyebaran COVID-19 di Temanggung bisa lebih optimal.

“Tidak hanya masyarakat di perkotaan saja, namun semua lapisan masyarakat wajib menjalankan 3 M, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak,” imbaunya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI