Pagelaran Seni ‘Hamemayu Haruming Borobudur’ Memukau

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJogja.com – Pagelaran seni kolosal "Hamemayu Haruming Borobudur" (kesyukuran tiada henti untuk Borobudur) di Taman Lumbini kawasan Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Sabtu (15/12/2018) sore memperoleh perhatian pengunjung yang datang ke Candi Borobudur. Dengan juga penampilan peserta Festival Bregada Desa, yang tampil sebelum pagelaran kolosal dimulai.

Kegiatan dalam rangkaian kegiatan Borobudur Cultural Feast ke-3 Tahun 2018 ini sempat diwarnai turunnya hujan. Kalau sebelumnya hanya rintik-rintik, namun lama kelamaan hujan gerimis. Meskipun demikian hal itu tidak mempengaruhi dan tidak menjadi kendala bagi sekitar 600 pemain untuk tetap tampil. Pengunjung pun ada yang menyaksikan pagelaran ini dengan bernaung di bawah bleketepe dari anyaman daun kelapa yang terpasang, dan ada yang tetap berlindung di bawah payung lantaran air hujan tetap menetes dari bleketepe.

Pengagas ceritera KRMT Indro 'Kimpling' Suseno SH mengatakan apa yang telah diberikan para leluhur Bangsa Indonesia dengan membangun Candi Borobudur, yang itu bermanfaat bagi seluruh masyarakat dunia hingga sekarang. "Apa yang kita lakukan masih sangat kurang dibanding para leluhur yang telah membangun Candi Borobudur yang kemegahannya kita nikmati lebih dari 1000 tahun," katanya.

Pagelaran seni kolosal ini dimainkan masyarakat Borobudur, yang juga peserta Festival Bregada Desa Borobudur maupun lainnya semuanya diupayakan untuk mensimulasikan suasana Candi Borobudurdi tahun 700 Masehi. Dalam rangkaian Borobudur Cultural Feast ke-3 ini juga digelar Festival Kreasi Penjor Tradisional Nusantara, yang berlangsung 13-21 Desember 2018.

Direktur Pelayanan dan Pemasaran Hetty Herawati kepada wartawan usai pagelaran diantaranya mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan yang inspiratif karena diinisiasi PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko untuk benar-benar membantu melestarikan budaya setempat. Kegiatan ini melibatkan begitu banyaknya stakeholder atau peran serta masyarakat, seniman, musisi, dan ini sebenarkan akan menjadi aset daerah setempat. (Tha)

 

 

BERITA REKOMENDASI