Paguyuban PKL Minta Salinan Desain Penataan Alun-alun Purworejo

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Puluhan anggota Paguyuban Pedang Kaki Lima (PKL) Pendowo Alun-alun Purworejo mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Purworejo, Rabu (21/6). Mereka meminta salinan gambar desain penataan kawasan Alun-alun Purworejo yang akan dilaksanakan pemkab setempat.

Paguyuban meminta salinan desain untuk memastikan keberadaan lapak dagangan mereka setelah pembangunan selesai. "Ternyata dalam desain itu, kami sudah tidak ada lagi di Alun-alun Purworejo. Kami akan dipindah," ungkap Tri Kurniawan, Ketua Paguyuban PKL Pendowo, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com.

Menurutnya, pedagang merasa perlu memperoleh informasi tentang desain karena selama ini memperoleh informasi yang tidak jelas. Ada perbedaan antara desain rencana pembangunan yang disosialisasikan pada tahun 2013 dengan gambar terbaru tahun 2017.

Pedagang, katanya, pernah diundang sosialisasi rencana penataan alun-alun. Pemkab memperlihatkan desain dimana PKL tetap berada di Alun-alun Purworejo. "Dalam desain, kami diminta bergeser dua atau tiga meter ke arah dalam, sehingga menyisakan trotoar. Lalu pemerintah memfasilitasi shelter untuk pedagang," terangnya.

Pedagang menyetujui usulan tersebut dan mau menandatangani pernyataan yang disodorkan pemerintah. Pedagang, katanya, kecewa karena ternyata pemerintah mengubah desain dengan menghilangkan PKL dari alun-alun.

Dikatakan, pedagang khawatir akan kehilangan pendapatan apabila direlokasi dari alun-alun. "Artinya kami mulai dari nol lagi, konsumen belum tentu mau mampir ke tempat yang baru. Pemerintah harus ingat, adanya PKL memberi kontribusi hingga Rp 110 juta pertahun untuk pajak daerah," tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, tidak satupun pejabat DPU yang menemui paguyuban karena bersamaan dengan tugas luar kota. Mereka ditemui Camat Purworejo Sudaryono sebagai wakil pemerintah.

Sudaryono mengemukakan, kesimpulan yang bisa diambil dari pertemuan itu adalah belum selarasnya informasi yang diterima pedagang. Untuk itu, Sudaryono berencana memfasilitasi paguyuban untuk beraudiensi dengan pemangku kebijakan penataan kawasan alun-alun. "Saya siap saja kalau diminta memfasilitasi pertemuan," katanya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI