Pakuwojo: Harus Keluar Zona Merah Endemi Malaria

Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan, terpilihnya Desa Wisata Pandanrejo dalam jajaran 50 besar desa wisata terbaik ADWI 2021 bisa menginspirasi desa-desa lain untuk juga menghadirkan desa wisata terbaik kepada para wisatawan.

“Kehadiran Pak Menteri Sandiaga memberikan semangat kepada masyarakat, bahwa kita ingin meningkatkan destinasi-destinasi wisata dan produk unggulan kreatif,” ujarnya.

Di tempat yang sama. Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Purworejo (Pakuwojo) Zainal Arifin didampingi Kepala Desa Pandanrejo Supandi yang juga mantan Ketua DPD Pakuwojo Purworejo mengaku mendukung program desa wisata. Sebab, program tersebut sangat positif untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang belum digali.

“Ini sangat baik untuk membuka lapangan kerja di perdesaan dan perputaran perekonomian di desa wisata,” ungkapnya.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah daerah harus mendukung program desa wisata. Pasalnya, Dalam catatan badan kesehatan dunia WHO kawasan Desa Wisata Pandanrejo terutama Bukit Sebutrong, bukit Menoreh masuk zona merah endemi malaria.

“Harus ada upaya represif dari Pemkab Purworejo mengatasi malaria. Sebab, para wisatawan asing (Wisman) cenderung menghindar atau tidak berkunjung ke tempat wisata zona merah endemi malaria,” terangnya.

“Dikembangkan sedemikian rupa kalau belum zona hijau endemi malaria, maka tempat pariwisata itu akan sepi pengunjung terutama Wisman. Meskipun belakangan kasus malaria sangat berkurang,” imbuhnya.

Ia menuturkan, harus ada upaya menjaga sanitasasi atau kebersihan lingkungan. Kemudian perlu dilakukan tindakan represif dengan larvasida dan pengasapan (fogging). Ini bisa dilakukan di genangan air dan pohon yang bisa menjadi tempat nyamuk untuk bertelur.

“Upaya ini harus melibatkan para profesional di bidangnya. Penggunaan kelambu itu cara kuno, sudah ditinggalkan masyarakat,” ucapnya.

BERITA REKOMENDASI