Pameran Seni Rupa “Mata Air Bangsa” di OHD Museum Kota Magelang

Editor: Agus Sigit

MAGELANG, KRJogja.com – Pameran Seni Rupa berjudul “Mata Air Bangsa, Persembahan Untuk Gus Dur dan Buya Syafii Maarif” digelar di OHD Museum Kota Magelang. Pameran ini berlangsung dari 31 Juli 2022 hingga 28 November 2022, namun pembukaan pamerannya sendiri dilaksanakan Sabtu (30/7/2022) sore sekitar pukul 16.00.

Kepada wartawan di OHD Museum Kota Magelang, Kamis (28/7/2022), dr Oei Hong Djien atau OHD diantaranya mengatakan keistimewaan di OHD Museum ini pelaksanaan pamerannya selalu panjang dan ini dinilai penting. Tidak pernah dilaksanakan pameran yang pendek.

Mengenai sebabnya, OHD diantaranya mengatakan membuat pameran tidak gampang. Banyak memakan tenaga, pikiran maupun lainnya. Kalau hanya pendek-pendek, sebelum bisa dinikmati banyak orang dan sudah ganti lagi, menurutnya hal itu tidak efisien.

Untuk Magelang, yang kota kecil, harus diketahui. Magelang itu lain dengan Yogyakarta, apalagi dengan Jakarta. Kota Magelang kecil kotanya. Tujuan OHD Museum juga mendidik masyarakat Magelang untuk berkenalan dengan seni. Untuk dapat memberikan sebanyak-banyaknya itu harus dibikin waktu, mengingat tidak setiap hari orang bisa.

Berbeda dengan di Jakarta, yang penduduknya banyak dan seharinya bisa ratusan orang. “Tempat kita kan tidak, meskipun saben hari,” kata OHD yang didampingi Nasirun dan Jumaldi Alfi. Yang datang sebagian besar adalah siswa Magelang dan sekitarnya. Bahkan mahasiswa non seni, mereka sudah mulai bisa mengapresiasi. Datangnya juga berulang-ulang.

Kalau waktu pamerannya tidak lama, yang melihat jumlahnya sedikit. Disayangkan kalau pameran seperti ini hanya dilihat sedikit orang. Karena itu waktu pamerannya selalu panjang. Dalam setahun, 3-4 kali pameran sudah bagus.

Pameran seni rupa ini secara khusus didedikasikan untuk 2 orang Guru Bangsa, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Prof Dr Syafii Maarif (Buya Syafii), yang melahirkan tajuk “Mata Air Bangsa, Persembahan Untuk Gus Dur dan Buya Syafii”. Para perupa dalam pameran ini, dengan cara masing-masing, mewujudkan semangat ‘mewarisi apinya, bukan abunya’, sekaligus merayakan 25 tahun OHD Museum.

Pameran temporer ‘dalam rangka’ seperti kali ini, “persembahan untuk Gus Dur dan Buya Syafii”, dilengkapi karya-karya koleksi OHD Museum yang memiliki sejarah panjang, sekaligus bertautan dengan tema dan karya-karya baru. Ini sebagai peneguh, bahwa setiap karya memiliki potensi profetik, sekaligus konteks yang baru. Setiap karya seni juga berpotensi menyentuh, menggugah dan menggerakkan siapa pun untuk mengambil bagian dalam bentuk kemanusiaan dan kebangsan. (Tha)

 

BERITA REKOMENDASI