Pancasila Solusi Cegah Disintegrasi Bangsa

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Polarisasi yang memicu perpecahan bangsa sebagai imbas hajat politik, masih saja terjadi di Indonesia. Masih banyak ditemui kelompok masyarakat yang memberikan dukungan secara membabibuta atas tokoh pilihannya, dan mereka kerap mencela pihak yang menjadi lawannya. Padahal, hajat politik sudah usai.

“Bahkan tokoh-tokoh yang bersaing dalam kontestasi itu, sudah duduk bersama dalam satu kabinet,” ungkap Tenaga Ahli MPR RI Misbahul Munir MEd mendampingi anggota DPR/MPR Bramantyo Suwondo MMIR, saat sosialisasi empat pilar kebangsaan, di Desa Kuwurejo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Minggu (14/3).

Situasi tersebut, katanya, dapat menjadi ancaman disintegrasi bangsa. Beda pilihan adalah hal wajar, namun kata Misbahul, para pendukung harus tetap memiliki batasan sehingga tidak larut menjadi dukungan yang berlebihan.

Selain itu, ancaman disintegrasi juga menguat karena imbas besarnya intrusi budaya dari luar. “Anak sekarang lebih kenal artis Korea dibandingkan pahlawan nasional, atau mahir joget Tiktok dibandingkan tari tradisional,” ucapnya.

Untuk memupuk nasionalisme dan mencegah disintegrasi, lanjutnya, Pancasila harus kembali diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Setiap sila adalah nilai-nilai luhur kehidupan yang dirumuskan para pendiri bangsa. Jika itu diterapkan, maka kehidupan pasti akan sangat baik,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI