Pandemi Covid-19 Berdampak pada Aktivitas Penyehat Tradisional

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 saat ini juga berpengaruh pada aktivitas Penyehat Tradisional di wilayah Kota Magelang. Kalau biasanya dalam sehari bisa memberikan pelayanan 3-4 orang, dengan adanya pandemi Covid-19 ada yang hanya 1 orang dalam 1 bulan.

Demikian antara lain dikemukakan Ketua Umum Perkumpulan Penyehat Tradisional Indonesia (P Hatra) Kota Magelang Mas Hendrik di sela-sela kegiatan pelatihan refleksi terapi serta penerimaan bantuan sarana alat terapi dari Polres Magelang Kota dalam rangka penguatan perekonomian anggota di masa pandemi Covid-19 yang dilaksanakan di Joglo Krajan Kota Magelang, Jumat (30/10/2020). Dalam kesempatan ini Kapolres Magelang Kota Magelang AKBP Nugroho Ari Setyawan secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Hendrik, jumlah anggota P Hatra Kota Magelang tercatat 369 orang, tetapi yang memiliki sertifikat Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT) dan BNSP hanya 14 orang. Sedang lainnya masih dalam proses, mengingat untuk mendapatkan sertifikat tersebut tidak mudah dan membutuhkan proses pelatihan maupun lainnya.

Dalam perkumpulan ini diantaranya ada dari refleksi, akupresur, fisioterapi maupun lainnya.Dikatakan, bagi yang sudah berstandar rata-rata seharinya bisa 5-7 orang karena mereka sudah mengakui, sudah memiliki ID Card, sudah memiliki sertifikat maupun lainnya. “Sedangkan yang tidak, sebulan hanya sekali,” katanya

Yang dikhawatirkan adalah kemungkinan terjadinya sesuatu hal. Karena itu mereka yang belum memiliki STPT dan BNSP agar seperti mereka yang sudah memiliki STPT dan BNSP.

Cara terapi yang dipergunakan, lanjutnya, harus sesuai dengan protokol kesehatan terlebih dahulu. Dalam sarana alat terapi juga disediakan alkohol khusus, yang dapat dipergunakan untuk melakukan pengetesan seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

Kalau ada orang yang terpapar, penyehat tradisional harus yang menjaga jarak ada terlebih dahulu dinaikkan imunnya. Juga harus memakai masker dan face shield, dan tidak boleh lepas dari peralatan tersebut.

Kapolres Magelang Kota diantaranya mengatakan hal ini juga dapat menjadi solusi masyarakat. Bila kapasitas ini bisa dikembangkan dengan baik, diharapkan dapat mendukung program presiden untuk dapat membuat Indonesia Sehat, Kuat dengan kemampuan dan kapasitas-kapasitas non formal yang ada sehingga dapat mencapai apa yang diinginkan. (Tha)

BERITA REKOMENDASI