Pandemi Covid-19, Tetap Gencarkan Bahaya Narkoba

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – BNK dan Satres Narkoba Polres Temanggung gencarkan sosialisasi bahaya narkoba untuk pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Sosialisasi dengan penerapan secara ketat protokol Covid-19

Kepala BNK Kabupaten Temanggung AKBP Agung Prabowo mengatakan ada tren peningkatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kabupaten Temanggung sehingga perlu digencarkan sosialisasi untuk pencegahan dan pemberantasan. “Sosialisasi dengan sasaran masyarakat umum dan pelajar. Kami masuk di komunitas, pelajar, perusahaan dan berbagai instansi,” kata Agung Prabowo, Selasa (08/06/2021).

Agung mengatakan generasi muda harus dijauhkan dari narkoba sebab berbahaya. Fakta menunjukkan narkoba merusak organ tubuh, otak, dan psikologi. Perekonomian juga hancur akibat narkoba.

Dia mengatakan selain bahaya narkoba, saat sosialisasi juga diselipkan bahaya Covid-19, sehingga warga untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk mencegah penularan. Dan pandemi Cobid-19 segera berakhir.

Kasat Res Narkoba Polres Temanggung AKP Bambang Sulistyo mengatakan mentarget 5 kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dengan sasaran masyarakat umum terutama pelajar. “Kesulitan saat ini adalah sejumlah pihak ada yang belum terbuka untuk mengadakan kegiatan dengan alasan pandemi, tetapi setelah mendapat penjelasan akhirnya mereka terbuka,” kata dia.

Disampaikan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba untuk sementara pada komunitas atau instansi tertentu dengan pembatasan peserta dan penerapan protokol kesehatan secara ketat. “Bahaya narkoba dan bahaya Covid-19 dipadukan, jangan sampai ada penularan penggunaan narkoba dan penularan Cobid-19,” kata dia.

Dia menambahkan ada peningkatan kasus narkoba di Temanggung, sampai awal Juni telah ada 17 kasus yang ditangani. Sehingga dimungkinkan sampai akhir tahun bisa bertambah. “Pada 2018 ada 19 kasus, tahun 2019 ada 21 kasus, dan pada tahun 2020 ada 27 kasus, ini menunjukkan peningkatan kasus,” kata dia.

Preventif deteksi dini di lingkunhanbdannkeluarga konseling. Dikatakan bersama BNK pihaknya juga upayakan kegiatan dengan menggandeng berbagai pihak sebab tidak mungkin narkoba diselesaikan hanya BNK dan Polri. (Osy)

BERITA REKOMENDASI