Panen Kacang Tak Optimal Karena Hama Walang Gepuk

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Panen raya kacang tanah kini tengah berlangsung di sentra-sentra kacang tanah Kecamatan Klirong, Petanahan dan Puring Kebumen. Namun banyak petani yang merasa kecewa karena hasil panen yang tak optimal akibat merajalelanya serangan hama kupu-kupu putih dan walang gepuk terhadap tanaman mereka.

"Kedua hama itu menyerang daun tanaman kacang tanah, menyebabkan pertumbuhan kacang di dalam tanah kurang bagus," ujar petani kacang tanah Dukuh Padas Lor Desa Waluyorejo Kecamatan Puring Kebumen, Mujiyati, dilahannya, Minggu (10/09/2017).

Menurut Mujiyati kacang tanah dipanen saat berumur 60 hari. Namun saat tanaman berumur 20 hari muncul serangan dari hama kupu-kupu putih. Hama ini muncul di pagi hari setelah pada malam harinya areal tanaman terguyur hujan.

"Gerombolan kupu-kupu kecil bersayap putih ini menyerang helaian daun tanaman kacang, menyebabkan daun berlubang-lubang dan banyak bercak kuning  dan hitamnya," jelas Mujiati.

Serangan berikutnya adalah dari hama walang gepuk yang terjadi saat tanaman berumur 40 hari. Modus serangannya pun sama, yaitu menyerang di bagian daun dan berakibat daun kacang tanah atau 'rendeng' terlihat kurang segar.

"Kualitas kacang tanah yang terserang dua hama ini kurang bagus, sehingga harga pun jatuh, hanya Rp 7.500 per kilogram kacang basah. Begitu pula harga rendengnya, hanya Rp 2 ribu per ikat. Padahal kacang yang berkualitas bagus bisa mencapai Rp 9 ribu per kilogram basah dan rendengnya bisa laku Rp 5 ribu per ikat," jelas Atmono, rekan Mujiati.(Dwi)

BERITA REKOMENDASI