Panen Tembakau Melimpah, Harga Turun

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Petani tembakau di Desa Ketangi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo mulai memasuki panen raya seminggu terakhir. Kemarau panjang menyebabkan panen tembakau melimpah. Namun panen raya berakibat anjloknya harga jual.

Tembakau kering dibeli pabrikan rokok klembak menyan rata-rata Rp 80 ribu perkilogram. "Hasil memang bagus, namun berpengaruh pada turunnya harga. Tahun lalu harga jual bisa Rp 100 ribu perkilogram," ungkap Nur Rahim, Kadus Krajan 02, kepada KRJOGJA.com, Senin (16/09/2019).

Lahan tembakau seluas kurang lebih 30 hektare di desa itu diperkirakan menghasilkan belasan ton daun kering. Petani telah memiliki pasar sendiri, sehingga tidak kesulitan menjual hasil panen.

Panenan petani Ketangi merupakan jenis tembakau Bendungan. Varietas itu diserap pabrik rokok tradisional di Kabupaten Purworejo dan sekitarnya, untuk dilinting menjadi rokok klembak menyan. Petani dan pengepul tembakau warga RT 01 RW 04 Krajan, Sudiyo menuturkan, tembakau dibudidayakan pada lahan seluas kurang lebih 70 hektare di bantaran Sungai Bogowonto.

Lahan tepi sungai itu, lanjutnya, dikenal subur karena selalu kebanjiran setiap musim hujan. "Banjir membawa lumpur yang banyak kandungan nutrisinya, ketika kemarau tanah lebih gembur dan cocok ditanami tembakau," tuturnya.

Sudiyo memperkirakan, panenan tembakau Ketangi tahun 2019 mencapai puluhan ton daun basah. Melimpahnya hasil dari tembakau, lanjutnya, menjadi pengganti kegagalan petani dalam membudidayakan padi dan palawija akibat kemarau. (Jas)

BERITA REKOMENDASI