Panen Tidak Optimal, Jaringan Irigasi Desa Ditingkatkan

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Kendati tak terlayani oleh saluran irigasi besar yang terkoneksi dengan Waduk Sempor dan Wadaslintang, namun semangat menanam padi para petani di sejumlah desa di Kebumen cukup tinggi. Sayangnya, semangat tinggi tersebut kerapkali tak seimbang dengan hasil produksi yang diperolehnya.  

"Tak optimalnya panenan padi milik petani yang tak terjangkau saluran irigasi besar bisa disebabkan kapasitas jaringan irigasi yang tak memadai. Karena itu, kami berusaha membantu mereka dengan peningkatan jaringan irigasi yang mensuplai air ke sawah-sawah mereka," ungkap Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Supangat SSos, di ruang kerjanya, Selasa (07/01/2019).

Menurut Supangat proyek peningkatan jaringan irigasi pedesaan yang telah dikerjakan DPUPR Kebumen di tahun anggaran 2018 lalu seluruhnya berjumlah 11 proyek dengan pembiayaan berasal dari APBD 2018 Kebumen sebesar Rp 5,433 miliar. 

Seiring dengan berlangsungnya musim penghujan kali ini, sebagian dari jaringan irigasi yang baru ditingkatkan kapasitasnya tersebut sudah mulai berfungsi sejak akhir Desember 2018 lalu.

Adapun 11 jaringan irigasi pedesaan yang ditingkatkan kapasitasnya yaitu 5 jaringan di 4 desa Kecamatan Karangsambung, masing-masing Daerah Irigasi (DI)Kedoya Desa Kaligending, DI Kedungpayung dan DI Plumbon Desa Plumbon, DI Penosogan Desa Seling serta DI Banioro Desa Banioro.

Sedangkan 3 DI berada di 2 desa Kecamatan Rowokele, yaitu DI Gambar dan DI Kaligedang Desa Wonoharjo serta DI SemporDesa Wagirpandan. Juga, 2 DI di 2 desa Kecamatan Puring, yaitu DI Blado Desa Srusuh Juru Tengah dan DI Kali Gombong Desa Sidodadi. Serta, 1 DI di Kecamatan Buayan, yaitu DI Semampir Desa Jatiroto. (Dwi)

 

 

BERITA REKOMENDASI