Panglima TNI Pimpin Upacara Praspa Perwira Prajurit Karier

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Upacara Prasetya Perwira Prajurit Karier TNI Prodi Khusus TA 2019 dilaksanakan di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil) Magelang dan dipimpin Panglima TNI marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Selasa (17/12/2019). Dalam upacara ini Panglima TNI diantaranya berharap kepada para Perwira Remaja TNI yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan wawasan, senantiasa meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi tugas yang semakin komplek.

Pelantikan ini adalah titik awal bagi para perwira sekalian. Pendidikan dan latihan selanjutnya serta tugas-tugas yang telah menanti pada hakekatnya adalah gemblengan terus menerus yang akan menjadikan para perwira semakin matang dan profesional.

Panglima TNI juga mengatakan profesionalisme TNI selama ini diakui tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga saat melaksanakan tugas di luar negeri. Profesionalisme itu akan menghadapi tantangan seiring dengan perkembangan dunia, tidak hanya di bidang kemiliteran, terlebih kemajuan teknologi yang mewarnai revolusi industri 4.0 bergerak semakin cepat.

“Perubahan ini harus diantisipasi dengan baik. Sebagai organisasi, TNI harus menjadi organisasi yang adaptif, diawaki personel yang berkualitas dan adaptif pula,” tegasnya.

Sebagai perwira, mereka terikat pada kode etik perwira Budhi Bhakti Wira Utama yang merupakan perwujudan tekad pengabdian dan nilai moral yang harus dilaksanakan dalam kehidupan keprajuritan.  Selain itu Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Delapan Wajib TNI harus senantiasa menyatu secara utuh dan diimplementasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Oleh karena itu kemampuan para perwira sekalian dalam memimpin satuan nantinya untuk beradaptasi menghadapi tantangan haruslah berdasarkan koridor-koridor tersebut. "Nilai-nilai moral yang saya sebutkan tadi sejatinya merupakan penjabaran dari Pancasila, UUD 1945, serta ke-Bhinneka Tunggal Ika-an bangsa yang diwadahi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Panglima TNI.

Bila saat ini nilai-nilai luhur bangsa tersebut mengalami tekanan, maka para perwira sekalianlah yang akan menjadi ujung tombak pembinaan di satuan nantinya. Fenomena demagouging dan radikalisasi adalah sebagian dari fakta yang harus dihadapi bersama sebagai bangsa yang bersatu. Pembinaan tersebut harus dapat menjawab berbagai perubahan sosial, tantangan teknologi, serta gencarnya media sosial.

Selain itu yang perlu juga diperhatikan adalah bagaimana bekerjasama dan bersinergi dengan berbagai komponen yang ada di tengah-tengah masyarakat. TNI akan senantiasa menjadi pemersatu dan manunggal dengan rakyat. (Tha)

BERITA REKOMENDASI