Panwascam Mertoyudan Panggil Perangkat Desa Tak Netral

MAGELANG, KRJOGJA.com – Panwascam Mertoyudan, Kabupaten Magelang melakukan klarifikasi kepada Kepala Desa Pasuruhan, Atik Hartiningsih dan salah satu perangkat desa Bulurejo, Saryanto. 
Klarifikasi dilakukan karena ada laporan mereka diduga tidak netral pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Magelang 2018.

Berdasarkan laporan yang diterima Panwas, keduanya diduga terlibat dalam kampanye serta mobilisasi masa salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Magelang. Mereka diklarifikasi ke Kantor Panwascam Mertoyudan.

Saat klarifikasi itu, Saryanto mengakui telah membantu salah satu Paslon. Namun hal itu dilakukan karena posisi dirinya sebagai salah satu penjaga malam dilingkungan perumahan tempat paslon tersebut tinggal.

“Saya akui, namun saat itu saya lakukan karena tidak enak. Apalagi saya bekerja paruh waktu sebagai penjaga malam di salah satu rumah di perumahan yang ditinggali paslon itu. Kebetulan, saat itu salah satu saudara paslon meminta untuk mencarikan tokoh-tokoh masyarakat se-desa untuk datang pada acara syukuran ke rumahnya,” akuinya.

Saryanto mengakui pernah beberapa kali berkunjung ke rumah paslon tersebut. “Saya sebenarnya takut juga kalau ini melanggar. Namun saya tidak pernah kampanye dan tidak mengajak orang untuk memilih beliau. Ini karena memang tugas saya sebagai penjaga malam di salah satu rumah di perumahan yang ditinggali paslon tersebut,” tegasnya.

Kades Pasuruhan membantah terlibat dalam dukung mendukung paslon pilbup. Namun mengakui hadir di KPU saat pendaftaran paslon ke KPU 10 Januari lalu secara kebetulan. 

"Saat itu saya baru pulang dari menghadiri pernikahan salah satu kerabat. Kebetulan lewat di kantor KPU dan bertemu dengan saudara. Karena itu, saya berhenti. Jadi bukan saya ikut mendaftarkan beliau. Kebetulan memang salah satu paslon wakil bupati itu, masih ada hubungan saudara dengan saya,” katanya.

Ketua Panwascam Mertoyudan, Fatkhul Mujib, Minggu (18/03/2018) mengatakan, klarifikasi kepada keduanya dilakukan sesuai laporan masyarakat disertai bukti-bukti serta saksi. “Ini hanya untuk klarifikasi saja. Selanjutnya, hasil klarifikasi yang kami tuangkan dalam berita acara, nanti akan kami laporkan ke Panwaskab Magelang,” katanya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI