Pasar Kreatif Monggo Mampir Sedot Perhatian Masyarakat

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Masyarakat Desa Sumbersari Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo mendirikan Pasar Kreatif Monggo Mampir. Pasar yang hanya buka setiap Minggu pagi itu menyedot perhatian masyarakat lokal dan warga sekitar kabupaten.

Pasar Monggo Mampir merupakan ide pemerintah desa sejak setahun lalu. "Ide ini muncul karena setiap desa dituntut memiliki program inovasi. Kami melihat Sumbersari merupakan ibukota kecamatan, tetapi desa tidak memiliki aset yang dapat menambah PADes," ungkap Kepala Desa Sumbersari Sugeng Raharjo, kepada KRJOGJA.com, Rabu (27/2).

Menurutnya, pemerintah desa konsultasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo. Pemdes mendapat bantuan tenaga ahli yang direkomendasikan dinas, hingga terbentuk desain dan direalisasikan sebulan terakhir.

Pasar dibangun di tanah 'bengkok' tepi Jalan Perumahan Pagak, menggunakan anggaran milik desa. Pengelolaannya dilakukan badan usaha milik desa (bumdes) setempat. "Pasar sudah berjalan dua kali, dalam setiap gelaran, sedikitnya 2.000 orang datang belanja," katanya.

Pasar kreatif tersebut tidak menjajakan sayuran dan kebutuhan pokok seperti pasar pada umumnya. Namun pasar menjual aneka makanan dan minuman tradisional, bahkan yang jarang ditemukan di pasar umum. "Pasar ini memang pasar wisata, orang datang karena kangen ingin mencoba kuliner tradisional," ucapnya.

Kepala Pasar Monggo Mampir Sudaryanto menambahkan, pasar memiliki 28 lapak dagangan berbentuk gubuk dari anyaman bambu. Selain itu dibangun beberapa wahana permainan anak dan kincir angin sebagai ikon pasar. Untuk transaksi jual beli, digunakan keping kayu sebagai alat pembayaran. Pengunjung menukar uang mereka dengan keping itu.

Sebanyak 43 warga setempat terlibat dalam operasional pasar, baik berdagang atau sebagai pengurus. "Pasar ternyata memberi kesejahteraan bagi warga, bayangkan setiap pasaran 4.000 – 6.000 keping kayu digunakan untuk transaksi," terangnya.

Menurutnya, tantangan pengelola adalah menjaga pasar itu tetap ramai dan menjadi pusat perhatian masyarakat. Pengelola, lanjutnya, mengedepankan sopan santun, menjaga rasa masakan dan harga jualnya tidak mahal. "Sebagai pasar kreatif, kami juga manfaatkan media sosial untuk lahan promosi karena ternyata efektif. Ada pengunjung dari Yogyakarta, Cilacap, Magelang dan Purwokerto yang datang karena penasaran setelah melihat di media Instagram dan video Youtube," paparnya.

Sementara itu , pengunjung pasar Hantoro mengaku tertarik datang ke Sumbersari karena ingin mencoba kuliner di pasar itu. "Selain itu juga ada beberapa spot foto, tentu selain makan dan minum sepuasnya, pengunjung bisa eksis di media sosial," tandasnya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI