Pasar Rakyat Berdayakan Produk Unggulan UMKM

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Guna memberdayakan usaha produk unggulan UMKM dan memotivasi para siswa dan pengajar dalam menumbuhkembangkan kemajuan bakat, minat, serta kreativitas pendidikan, Pemkab Magelang melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM menggelar Pasar Rakyat Magelangan, di Lapangan Soepardi Kota Mungkid, Rabu hingga Jumat (21-23/08/2019).

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis, Jumat mengatakan jika ada sebanyak 157 stand yang ikut serta dalam pameran Pasar Rakyat Magelangan ini. Diantaranya, 100 stand UKM, 42 stand pendidikan SD, dan 15 stand dari sponsor. Pasar rakyat magelangan ini sendiri, telah dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Magelang, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang, Rabu (21/8/2019) kemarin.

Produk yang dipamerkan diantaranya, produk olahan pangan, produk kerajinan, UMKM kuliner, produk fashion dan batik, koperasi dan perbankan, produk pertanian, perkebunan, dan kehutanan, serta hasil pendidikan dari tingkat SD. "Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-74, serta memberdayakan produk unggulan UMKM dan memberikan motivasi kepada para siswa dan pengajar untuk menumbuhkan kemajuan," kata Asfuri.

Bupati Magelang melalui Sekda Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengatakan, peran UMKM dalam menunjang perekonomian di Indonesia sangatlah besar karena jumlahnya relatif banyak yang mencapai lebih dari 90 persen dari total unit usaha nasional. "Sementara di Kabupaten Magelang sampai tahun 2019 ini terdapat 106.000 unit UMKM yang berkembang dan tersebar di 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang," katanya.

Meskipun jumlah UMKM di Kabupaten Magelang tergolong sangat banyak, namun tidak semua UMKM memiliki performa yang bagus. Diantaranya, masih rendahnya produktivitas tenaga kerja, terbatasnya produk unggulan, dan minimnya inovasi serta serta sertivikasi produk.

“Hal ini perlu mendapatkan perhatian. Dengan dibukanya pasar bebas, maka produk dari luar juga akan mudah masuk ke pasar dalam negeri, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia,” harapnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI