Pasar Ternak Badran Dilengkapi Puskeswan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Pasar Ternak Terpadu di Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Temanggung akan dilengkapi Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) guna memantau kesehatan hewan yang dijualbelikan di pasar tersebut. Pasar ternak yang selesai dibangun akhir 2015 itu akan segera difungsikan dalam waktu dekat ini.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Slamet Saryono, Senin (21/11/2016),  mengatakan, pasar hewan tersebut akan dikelola secara terpadu oleh dinas peternakan. Disamping sebagai sarana perdagangan atau jual beli, pasar hewan itu juga digunakan untuk penanganan kesehatan ternak yang diperdagangkan di tempat tersebut. Namun layanan pemeriksaan ternak hanya disediakan saat hari pasaran hewan, yakni setiap Kliwon.

Pemeriksaan kesehatan ternak di pasar hewan Badran itu akan disediakan Puskeswan dengan para petugas kesehatannya. Selain itu, juga akan dilayani penerbitan surat keterangan berkait dengan kesehatan dari ternak yang telah diperiksakan di Puskeswan. Surat keterangan kesehatan ternak itu, biasanya untuk menaikkan harga jual ternak.

Diungkapkan, untuk sementara ini, pemeriksaan hewan dan penerbitan surat keterangan tersebut tidak akan dipungut biaya alias gratis. Namun, apabila nantinya peraturan daerah (perda) mengenai retribusi pemeriksaan hewan dan penerbitan surat keterangan itu sudah ada, maka akan dikenakan tarif. "Saat ini, perdanya belum ada, sehingga  ketentuan mengenai tarif belum akan diberlakukan," tandasnya.

Selain urusan perdagangan dan kesehatan ternak yang diperdagangkan, Disnakkan juga mengelola perparkiran kendaraan bermotor yang berada di dalam kawasan Pasar Ternak Terpadu tersebut. Perparkiran di pasar ternak, sealama ini  dikelola Dinas Pehubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo).

Disebutkan, sesuai perbup tentang penempatan Pasar Ternak Terpadu di Desa Badaran titu, smua urusan di kawasan pasar setempat dikelola Disnakkan. Sebelumnya, untuk parkir dikelola Dishubkominfo, perdagangan ternak dikelola Dinas Perdagangan, sedangkan Disnakkan hanya kesehatan hewannya.

Pasar ternak terpadu yang mampu menampung 250 ekor sapi dan 1.000 kambing, serta dilengkapi 12 los dan 10 kios makanan, kelontong, dan lain-lain itu, yang telah siap difungsikan. Dalam waktu dekat ini pasar hewan pengganti pasar hewan Progo akan segera diresmikan bupati Bambang Soekarno. (Mud)

BERITA REKOMENDASI