Pasca Banjir Grabag, Muncul Sembilan Rekahan di Bukit

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Tim gabungan melakukan penyelidikan dan pemantauan di beberapa lokasi, termasuk kawasan puncak bukit yang longsor, setelah terjadinya bencana banjir bandang di wilayah Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, Rabu (03/05/2017). Penyelidikan juga dilakukan dengan menggunakan peralatan drone.

Deputi II Bidang Penanganan Darurat BNPB Ir Tri Budiarto MSi mengatakan dari hasil penyelidikan dan pemantauan sementara, masih terdapat sekitar sembilan rekahan tanah bukit yang ada di sekitar lokasi kejadian. Rekahan-rekahan ini patut diduga dapat mengakibatkan runtuh manakala terjadi guyuran hujan cukup deras dan berlangsung lama lagi.

Beberapa tim, termasuk dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, datang ke Grabag Magelang untuk mencoba mengevaluasi lebih dalam lagi mengenai kemungkinan-kemungkinan tersebut. "Dalam konteks kontigensi plan, maka tugas kami semua adalah memastikan manakala nantinya terjadi runtuhan baru dipastikan tidak akan membawa korban baru," kata Tri di Posko di Kantor Kecamatan Grabag Magelang, Rabu (03/05/2017).

Karena itu tim gabungan melakukan re-evaluasi gambar foto dan peta drone yang diperoleh sebelumnya serta memastikan di bawahnya tidak ada orang atau bangunan rumah di kawasan bawah bukit tersebut manakala nantinya terjadi runtuhan baru. Semua kekuatan dipusatkan untuk kegiatan pembersihan lingkungan.

"Sehingga tanggap darurat 7 hari yang ditetapkan Bupati Magelang selesai, hampir dipastikan masalah sampah juga sudah selesai," tambahnya.

Diharapkan Kamis (4/5) ini sudah dapat diselesaikan dan diverifikasi tim Dinas Pekerjaan Umum dengan dibantu banyak pihak. Esensinya untuk memastikan jumlah berapa yang benar-benar hancur total, rusak berat, rusak sedang maupun lainnya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI