Pasca Gempa 7,3 SR Borobudur Tak Alami Pergeseran

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Tim monitoring Balai Konservasi Borobudur (BKB) melakukan pengukuran terhadap keberadaan bangunan Candi Borobudur, Senin (18/12/2017). Dengan menggunakan peralatan Total Station (TS), pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui secara persis apakah gempa yang terjadi di Tasilkmalaya Jumat (15/12/2017) tengah malam lalu berdampak terhadap keberadaan bangunan Candi Borobudur atau tidak.

Koordinator Pokja Dokumentasi BKB, Yudi Suhartono mengatakan peralatan TS untuk mengukur kordinat titik kontrol di Candi Borobudur. Sabtu (16/12/2017) pagi lalu monitoring sudah dilakukan secara visual, diantaranya dengan melakukan pengecekan ke lorong-lorong bangunan Candi Borobudur, termasuk informasi dari petugas yang dinas jaga malam.

“Dari hasil monitoring visual ini diperoleh informasi tidak ada perubahan di bangunan Candi Borobudur dan masih aman,” ungap Yudi Suhartono kepada KRJOGJA.com.

Informasi yang diperoleh Yudi menyebutkan kalau keberadaan bangunan Candi Borobudur memang sudah dirancang untuk tahan gempa hingga pada 7 Skala Richter di areal berdirinya bangunan candi. Meskipun gempa Jumat malam lalu terasa cukup besar, hal itu tidak membawa pengaruh terhadap keberadaan bangunan Candi Borobudur.

Dikatakan, di bangunan Candi Borobudur model bangunannya bukannya dengan ditempel susunan bebatuannya, tetapi menggunakan sistem kunci atau kait-mengkait antara satu batu dengan batu lainnya. Hal ini secara tidak langsung juga membuat bangunan lebih tahan terhadap gempa. (Tha)

BERITA REKOMENDASI