Pasca Lebaran, Harga Sayuran Kembali Normal

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Lahan pertanian di sejumlah desa pesisir Kebumen di Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesantren, Klirong, Petanahan dan Puring merupakan sentra komoditas sayur-mayur seperti pare, oyong, kacang panjang, kecipir, bayam, kangkung darat, mentimun dan terong. Di minggu terakhir Ramadhan 2017 lalu, harga sebagian besar komoditas sayur-mayur tersebut anjlok, seperti pare yang hanya Rp 1.000 kilogram dan kacang panjang Rp 1.500 per kilogram.

"Namun setelah masa Lebaran 2017 harganya mulai merambat naik, mungkin disebabkan mulai normalnya kembali permintaan pasar. Sedangkan bila mendekati Lebaran harga anjlok, biasanya disebabkan komoditas sayur-mayur kalah pamor dengan komoditas ikan dan daging," jelas petani sayur-mayur di Desa Wiromartan Kecamatan Mirit Kebumen, Rajab, di lahannya, Rabu (19/07/2017).

Saat harga sayur-mayur sangat murah, para petaninya umumnya kurang bersemangat untuk merawat tanaman dan memanennya. Namun begitu harganya pasca Lebaran 2017 mulai membaik, semangat petani untuk berkiprah menekuni perawatan dan pemanenan tanamannya pun bangkit lagi.

Menurut Sukirno, petani sayur Wiromartan yang menanam lenca, terong dan bayam, harga pare yang menjelang Lebaran 2017 hanya Rp 1.000 kilogram, kini naik menjadi Rp 2.700 kilogram dan kacang panjang dari Rp 1.500 kilogram naik menjadi Rp 4.000 kilogram. Bahkan, harga lenca kini bisa mencapai Rp 6.000 kilogram.

"Hanya tomat yang harganya kini sangat murah, hanya Rp 500 per kilogram, padahal menjelang Lebaran lalu bisa mencapai Rp 5.000 per kilogram. Murahnya harga tomat ini disebabkan melimpahnya tomat hasil panen daerah lain," jelas Sukirno.

Hampir semua petani sayur pesisir Kebumen menjual hasil panennya kepada para pengepul yang ada di desanya masing-masing. Para pengepul itulah yang melempar komoditas sayur-mayur petani pesisir ke pasar. Adapun penentuan harga oleh pengepul berdasarkan pengamatannya terhadap stok sayur-mayur di pasar berbagai daerah. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI