Pedagang Daging Enggan Turunkan Harga

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Transaksi jual beli daging sapi maupun daging ayam dalam bulan Muharram atau Sura 2017 di Kebumen, sepi. Kendati demikian, para pedagang daging sapi maupun ayam di Kebumen enggan menurunkan harga hingga mencapai harga normal.

"Banyak yang beranggapan bahwa harga daging ayam di bulan Sura jauh lebih murah dibanding bulan-bulan lain, karena jarang ada hajatan di bulan ini yang menyebabkan kondisi pasar sepi. Tapi kenyataannya, harga daging ayam sulit turun ke harga normal akibat harga ayam hidupnya tetap mahal," ujar pedagang ayam potong di Pasar Tumenggungan Kebumen, Atun, Selasa (10/10/2017).

Menurut Atun, harga normal daging ayam potong di Kebumen Rp 22 ribu sampai Rp 23 ribu/kilogram. Namun selama bulan Sura 2017 harga daging ayam potong di Kebumen lebih sering di kisaran Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu/kilogram. “Tiga hari lalu sempat turun menjadi Rp 24 ribu per kilogram, namun naik lagi karena mahalnya harga ayam," ujar Atun.

Kondisi pasar yang sepi selama Sura 2017 juga diungkapkan oleh Sri Wahyuni, pedagang daging sapi di Sentra Penggilingan Daging Terminal Non Bus Kebumen. Sejak datangnya bulan Sura hingga 10 Oktober 2017, pembeli didominasi oleh para pedagang bakso, soto dan pemilik rumah makan. Sangat jarang warga masyarakat yang membeli daging sapi untuk hajatan atau konsumsi sendiri.

"Walaupun harga normalnya Rp 95 ribu per kilogram, namun harga daging sapi bertahan di kisaran Rp 110 ribu sampai Rp 115 ribu per kilogram untuk daging berkualitas bagus yang biasa dibuat bakso, rendang dan semur. Sedangkan daging yang harganya Rp 95 ribu per kilogram kualitasnya kurang bagus dan hanya layak untuk campuran sayur berkuah saja," jelas Wahyuni. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI