Pedagang Pasar Baledono Bangun Abrak Sendiri

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Para pedagang yang akan menempati los Pasar Baledono Kabupaten Purworejo masih harus melengkapi dengan membangun abrak atau penyekat los yang akan ditempatinya. Mengingat los yang disediakan/dibangun investor masih terbuka sehingga tidak bisa untuk menyimpan barang dagangan.

“Kita juga butuh keamanan, sehingga pedagang yang akan menempati los, baru akan membangun abrak atau skat tertutup terlebih dahulu sebelum berjualan,” kata Sodikun (65) salah seorang pedagang yang akan menampati los di lantai dua pasar itu, Jumat (16/02/2018).

Menurutnya, pembangunan los pasar itu sama dengan bangunan sebelumnya yang terbakar pada tahun 2013. Dulu bangunan pasar juga los dan hanya disekat dengan petak terbuka. Sekarang juga seperti itu, setiap los dibangun secara terbuka dan dipasang dengan bangunan tembok yang tingginya tidak lebih dari setengah badan manusia dewasa.

Maka untuk menempati los itu, setiap pedagang masih harus membangun skat atau abrak sehingga barang dagangannya bisa terlindungi. Untuk membangun abrak itu menurut Sodikun, diperkirakan setiap pedagang akan mengeluarkan anggaran sekitar Rp 2 juta. “Kita tidak mungkin meninggalkan dagangan dalam tempat yang terbuka meskipun di dalam pasar,” jelasnya.

Hal itu juga diakui Plt Kepala Dinas Perdagangan UKM dan Koperasi Purworejo Kendrasmoko SSs MSi. Namun untuk membangun abrak itu, tingginya tidak boleh lebih dari dua meter. (Nar)

BERITA REKOMENDASI