Pedagang Sayur ‘Nyambi’ jadi Dukun Pengganda Uang

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Seorang pedagang sayur, Artamto (45) warga Siak Hulu Kampar Riau yang tinggal di Grabak Magelang diborgol Kepolisian Resort Temanggung karena terlibat penipuan menjanjikan menarik uang ghoib. Ia berhasil mengelabuhi seorang pedagang, Sri Mulyani warga Kemloko Kranggan Temanggung hingga Rp 51 juta.

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi mengatakan korban dan pelaku bertemu di Semarang. Korban saat itu akan memasang susuk. Lalu ditanya pelaku alasannya dan ia mengemukakan permasalah yang dihadapi, sehingga pelaku menawari untuk mengusahakan memberikan uang dalam waktu singkat.

“Korban terpikat untuk mendapatkan uang miliaran rupiah dari pelaku dalam waktu yang singkat, meski harus menyediakan uang Rp 15 juta sebagai akad dan uang zakat Rp 35 juta,” kata Kapolres Benny Setyowadi, Kamis (12/11/2020).

Uang tersebut, katanya diserahkan secara bertahap, yakni pada 17 Oktober 2020 sebesar Rp 5 juta, satu hari kemudian Rp 4,5 juta dan Senin 19 Oktober 2020 sebesar Rp 4 juta. “Selain itu, korban juga menyerahkan uang Rp 2,5 juta sebagai bisaroh dan Rp 35 juta sebagai zakat. Uang tersebut diserahkan secara tunai dan ditransfer melalui nomor rekening,” kata dia

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Ni Made Srinitri menambahkan setelah mendapat uang dari korban, pelaku melakukan ritual tertentu guna menarik uang ghoib. Satu hari kemudian bungkusan kafan yang digunakan ritual dibuka dan keluar uang pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu. “Namun begitu dicek ternyata uang mainan sehingga korban segera melapor ke polisi,” kata dia.

Dia mengatakan barang bukti yang diamankan adalah 3 lembar kain mori warna putih, 606 lembar uang mainan pecahan 100 ribu, 300 lembar uang mainan pecahan 50 ribu, bukti transfer, satu keris terbungkus kain mori putih, satu piring berisi bunga setaman, satu karpet biru motif gambar ikan dan telphon genggam. “Tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP dan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara,” kata dia.

Tersangka Artamto (45) mengatakan sebenarnya dirinya juga tidak percaya dengan penarikkan uang ghoib, tetapi karena ada saja warga yang percaya sehingga dimanfaatkan untuk mendapatkan uang. “Saya dapat uang Rp 35 juta yang habis untuk senang-senang di prostitusi. Sedang temannya dapat 15 juta kini teman saya menghilang,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI