Peduli Korban Corona, Penambang Merapi Bantu APD

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Kepedulian salah satu perusahaan tambang merapi kembali ditunjukan dengan pemberian bantuan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang (6/4/2020). CV Barokah Merapi memberikan puluhan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis, yang diserahkan ke Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang.

Eko Susanto ST selaku KTT mengatakan untuk ke Dinkes pihaknya memberikan 120 baju tenaga medis, 92 bok masker kain, 70 sarung tangan medis, dan 25 baju APD spon medis. “Kalau ini kita berikan khusus jajaran Dinkes seperti untuk tenaga medis di Puskesmas dan Rumah Sakit di Magelang,” katanya.

Untuk bantuan kali ini, lanjutnya tidak hanya ke Dinkes saja. “Kita hari ini juga akan berikan bantuak ke BPBD Kabupaten Magelang dan Pemerintahan Desa Dukun Kecamatan Dukun. Namun ada jenis bantuan lain. Untuk BPBD nanti kita berikan sesuai kebutuhan lapangan para relawan. Karena sebelumnya banyak relawan mengeluh ke kami karena kekurangan APD dalam menjalankan tugas pencegahan virus corona ini,” jelasnya.

Sementara terpisah Direktur CV Barokah Merapi, Nano berharap bantuan ini bisa ikut berpartisipasi dalam upaya pemerintah memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban Pemerintah Kabupaten Magelang. “Ini merupakan wabah nasional, maka yang di daerah kita berupaya untuk mengsuport. Kemarin kita sudah membagikan ribuan handsanitezer melalui Kecamatan Dukun dan melakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan tempat kerja kita dan rumah-rumah warga. Dan kedepan rencana jika situasi masih belum kondusif akan ada paket sembako murah,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinkes Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti mengapresiasi bantuan yang diberikan CV Barokah Merapi ini. “Saya ucapkan terima kasih dan perhatiannya dari CV Barokah Merapi atas bantuan yang diberikan. InsyaAllah bermanfaat bagi petugas kami di lapangan. Selanjutnya, bantuan ini akan diinvetarisi terlebih dahulu. Nanti kita akan bagikan fokus ke petugas-petugas di Puskesmas dan Rumah Sakit dahulu,” pungkasnya. (Bag)

 

BERITA REKOMENDASI