Pekerja Migran Jateng Tidak Kena Blacklist, Boleh Kembali ke Malaysia

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRJOGJA.com) – 73 Pekerja migran Jawa Tengah yang baru dibebaskan tidak kena blacklist imigrasi Malaysia. Apabila menginginkan, mereka tetap bisa kembali bekerja di Negeri Jiran itu setelah masa 'stay' minimal enam bulan di negara asal, terpenuhi.

Direktur Utama PT Dian Yogya Perdana Darsum mengatakan, penegasan itu didapat dari pihak imigrasi Malaysia. "Soal status mereka, saya tanyakan langsung kepada penyidik dari pihak imigrasi setempat," ujarnya kepada KRJOGJA.com, Senin (2/4).

Pihak imigrasi menjawab apabila 73 pekerja migran itu tidak salah. Mereka memiliki permit dan memang diizinkan bekerja pada perusahaan pemberi perintah kerja.

PT Dian Yogya juga tidak salah karena memiliki job order dengan perusahaan. KBRI pun tidak bersalah karena memiliki perjanjian kerjasama penempatan pekerja migran dengan pemerintah Malaysia.

Menurut imigrasi, katanya, kesalahan ada di pihak agen atau pembekal kerja. Mereka tidak memberitahu kepindahan alamat pekerja migran dari Selangor ke Melaka. Menurut penyidik, meski kesalahan sepele namun tetap pelanggaran undang-undang, sehingga ditangkap dan ditahan. "Bukan izin, sebetulnya hanya pemberitahuan saja, tetapi itu tidak dilakukan sampai ada razia imigrasi," ucapnya.

Dikatakan, karena dinyatakan tidak bersalah, pekerja tidak diblacklist. Pihak imigrasi hanya membatalkan paspor mereka. Pekerja diperbolehkan kembali mengadu nasib di Malaysia. "Tetapi memang ada ketentuan mereka boleh kembali minimal enam bulan setelah pembatalan paspor," tuturnya.

Dikatakan, PT Dominant menginginkan puluhan pekerja Jateng itu kembali lagi ke Malaysia. Dominant beralasan para pekerja itu memiliki pengalaman kerja yang bagus. "Mereka mengatakan siap membiayai keberangkatan. Namun semua kami serahkan kepada para pekerja, yang jelas mereka sekarang sudah pulang, istirahat dulu bersama keluarga," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI