Pelajar dan Relawan Pungut Sampah di Pasar

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pelajar, relawan, ASN dan TNI/Polri lakukan bersih lingkungan di sekitar terminal dan pasar Pingit Kecamatan Pringsurat Temanggung untuk memperingati 'World Cleanup Day' (WCD) 2019' dan Gerakan Indonesia Bersih di kabupaten tersebut, Sabtu (21/09/2019).

Mereka mengumpulkan sampah organik dan anorganik dengan menyapu atau memungutnya dengan tangan lalu dimasukkan dalam bagor untuk selanjutnya diangkut ke tempat pembuangan akhir sampah. Bupati Temanggung Al Khadziq dan sejumlah pejabat yang ikut, pada kesempatan itu meninjau langsung pembuangan sampah ilegal di belakang pasar serta berdialog dengan warga.

Bupati Al Khadziq mengatakan gerakan bersih lingkungan diharapkan menjadi rutinitas mengingat saat ini Temanggung sudah kotor akibat warga buang sampah sembarangan. Dimana-mana dijadikan tempat sampah terbuka, mulai sungai, sekitar rumah, jembatan dan perkantoran. "Gerakan bersih lingkungan dari sampah harus digalakkan, agar Temanggung kembali bersih seperti era 1970an," katanya.

Dia mengatakan sampah sebagai permasalahan komprehensif, dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari masyarakat luas hingga pemerintah. Pemkab Temanggung sendiri pada 2020 diharapkan tiap desa sudah bangun bank sampah dengan membangun gedung pengelolaan sampah, demikian di tingkat kecamatan ada bank sampah kecamatan dan di kabupaten. "Nanti buat aturan tentang sampah, dan ada sangsi bagi pelanggarnya," katanya.

Dia menggagas ditingkat kabupaten ada Dewan Sampah Kabupaten (DSK) yang beranggotakan tokoh masyarakat, ulama, perwakilan pemerintah dan relawan yang berkecimpung tentang sampah. Tugas DSK ini untuk pencermatan kondisi di lapangan dan memberikan rekomendasi pada pekmkab dan masyarkat terkait sampah. " nanti ada Satgas sampah," katanya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Much Amin Agus Prasojo mengatakan kegiatan untuk mendukung wujudkan Indonesia bersih dan Hari Bersih Dunia. "Kami meminimalkan pencemaran dan berusaha meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, wujudkan rasa nyaman, aman dan damai," katanya.

Dia mengatakan produksi sampah sari 780 ribu warga Temanggung per hari mencapai 460 ton dan baru 65 ton yang diangkut ke TPA. Maka itu sekitar 395 ribu ton sampah harus dikelola dengan baik agar tidak merusak lingkungan. "Baru sebagian kecil sampah warga di kelola bank sampah, kedepan diharapkan bank sampah semakin banyak, demikian juga sentra pengelolaan sampah," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI