Pelaku Asah ‘Bendo’ Sebelum Bacok Imam Sholat

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (MERAPI) – Mun (60) warga Dusun Sigra Desa Kemiri Kecamatan Kaloran Temanggung merencanakan pembunuhan pada Muh Dhori (69) tetangganya. Perencanaan itu yakni dengan mempersiapkan senjata tajam beberapa hari sebelumnya dan menentukan waktu eksekusi saat menjadi imam sholat subuh di masjid Al Amin.

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi mengatakan Mun telah dengan matang merencanakan pembunuhan pada Muh Dhori. Sasaran berhasil dilukai, tetapi ia masih hidup meski dengan luka di tubuhnya. Kini dalam perawatan di rumah sakit.

“Justru yang meninggal istri korban, Trimah yang mencoba menghalangi saat eksekusi, ” kata AKBP Benny Setyowadi, Jumat (19/03/2021).

Dia mengatakan perencanaan yang dimaksud, pada Jumat (12/03/2021) tersangka mengasah senjata tajam berupa bendo arit (dorit) dan pisau. Gagang keduanya diganti yang lebih panjang dan sebesar genggamannya. Senjata itu lalu disimpan di kamar mandi.

Pada Minggu pagi (14/03/2021) subuh tersangka menunggu di luar masjid Al Amin, hingga atakhyat akhir. Saat itulah tersangka masuk masjid lalu menganiaya korban dengan sajam yang dibawa. Istri korban yang berada di sahaf wanita berusaha menyelamatkan suaminya dan turut terkena sabetan sajam.

Dipilihnya waktu subuh, terang Benny karena saat itu masih remang-remang, setelah eksekusi bisa langsung melarikan diri. Waktu subuh juga tidak banyak warga yang datang berjamaah. Waktu Subuh kejadian jamaah hanya lima orang termasuk istri korban.

“Tersangka melarikan diri dan menyerah di Mapolsek Kaloran, berikut barang-bukti yang digunakan,” kata dia.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Hermawan SIK, MA menambahkan motif pembunuhan adalah dendam pribadi antara tersangka dengan korban. Antara lain sakit hati tersangka karena keinginannya untuk memperlebar jalan di samping rumah mendapat penolakan dari korban selaku pemilik tanah, selain itu tuduhan mencuri kambing.

“Sakit hati itu terakumulasi, hingga tersangka tega menyakiti dan merencanakan membunuh,” kata dia.

Dikatakan tersangka telah mengakui perbuatannya. Pada tersangka dikenakan pasal 340 dan/ pasal 355 ayat 1 dan 2 KUHP tentang perencanaan pembunuhan dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati.

Dia mengatakan telah enam orang yang dimintai keterangan, mereka seperti jamaah sholat subuh, warga dan kerabat tersangka. Sedangkan saksi korban belum dimintai keterangan karena masih sakit dan berada di rumah sakit. (Osy)

BERITA REKOMENDASI