Pelaku Wisata Jatimalang Mencoba Bertahan

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pelaku wisata di Pantai Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo mulai mengeluhkan kondisi mereka. Destinasi unggulan Purworejo itu lumpuh tidak beroperasi dua bulan terakhir, sejak merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia. Namun, mereka bertekad tetap bertahan tidak membuka usaha, menunggu pandemi mereda.

Pelaku wisata untuk sementara beraktivitas di sektor lain untuk mencukupi kebutuhan. “Ada yang bertani, mengurus tambak, menggembala ternak, nelayan, juga jadi buruh. Apapun dilakukan yang penting ada aktivitas dan halal,” tutur pemilik warung makan di kawasan TPI Jatimalang, Sutaryo, kepada KRJOGJA.com, Jumat (29/05/2020).

Menurutnya, beraktivitas di sektor nonwisata juga belum tentu berhasil. Bahkan, katanya, ada kalanya warga gagal dan terpaksa merogoh tabungan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Apalagi, lanjutnya, sektor yang menjanjikan seperti nelayan tangkap, juga turut terdampak pandemi. “Tantangan menangkap ikan adalah gelombang dan pandemi. Pandemi menyebabkan kami kesulitan menjual ikan, khususnya jenis ikan lokal nonekspor, sebab tidak ada pengunjung,” ungkapnya.

Kadus II Jatimalang Sudarto menambahkan, penutupan dilakukan karena masyarakat juga ingin terjaga kesehatannya. Warga, lanjutnya, khawatir apabila Covid-19 merebak di Jatimalang jika objek wisata tetap dibuka. “Maka kami sekarang bertahan, meski memang tidak ada kepastian kapan situasi normal akan kembali,” ucapnya.

Dikatakan, terkait pembukaan objek dan transisi menuju new normal, pemdes dan masyarakat akan mengikuti aturan dari pemerintah. Pemdes Jatimalang mendirikan posko pencegahan Covid-19 di pintu gerbang masuk desa.

Sejumlah relawan berjaga mengecek setiap kendaraan yang akan melintas. “Jika tidak berkepentingan, apalagi wisatawan, maka kami minta putar balik. Sementara objek wisata ditutup,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI