Pelatihan Food Safety Digelar Dua Hari

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Menunggu momentum pariwisata bisa tumbuh, muncul atau bangkit lagi, salah satu yang dipersiapkan selain produk adalah bagaimana bisa terus memperbaiki protokol kesehatan (Prokes). Protokol kesehatan sendiri merupakan sesuatu yang esensial, dasar sekali, untuk dapat melakukan percepatan pemulihan ekonomi pariwisata.

Demikian antara lain dikemukakan Marketing & Service Director PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWCBPRB), Hetty Herawati disela-sela kegiatan Pelatihan Safety Food di Manohara Borobudur Magelang, Selasa (24/08/2021). Didampingi Rafael Triloko B dan Ronald Silvano dari ACP Indonesia serta Marketing and Sales Vice President PT TWC Pujo Suwarno, Hetty Herawati menambahkan pariwisata merupakan sektor yang paling banyak elemen masyarakat yang terlibat. “PR nomor satunya adalah bagaimana pariwisata bisa tumbuh,” katanya.

Juga dikatakan, banyak belajar dari pandemi Covid-19 ini. Semula diperkirakan setahun selesai, namun kenyataannya tidak dan masih berlangsung hingga sekarang. Bahkan ada kemungkinan masih perlu hidup berdampingan dengan virus ini untuk jangka waktu kedepan.

“Berdampingan artinya kita bisa memenej. Jadi bukan berarti adanya pandemi ini menghentikan semua kegiatan ekonomi kita,” tambahnya.

Juga dikatakan, Food Safety merupakan bagian dari protokol kesehatan. Semua di-refresh, Food Safety yang benar itu seperti apa. “Ini juga merupakan salah satu cara untuk meyakinkan masyarakat bahwa destinasi kita sudah selalu ada improvement, selalu ada perbaikan. Dan destinasi kita siap menerima lagi wisatawan dengan cara yang aman,” tambahnya.

General Manager Unit Manohara dan Unit Borobudur Jamaludin Mawardi menambahkan PT TWCBPRB senantiasa berkomitmen untuk terus menerapkan protokol kesehatan dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability) di setiap destinasi serta unit bisnis yang dikelola. Ini diantaranya untuk mewujudkan pariwisata berkualitas (Quality Tourism).

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE, baik dari sisi produk maupun layanan. Hasil dari konsistensi TWC tersebut, maka seluruh destinasi dan unit bisnis yang dikelola sudah mendapatkan sertifikasi CHSE dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Destinasi dan unit bisnis TWC yang sudah menerima sertifikasi CHSE (CHSE Certified) yaitu Taman Wisata Candi Borobudur, Resto Manohara, Taman Wisata Candi Prambanan, Unit Teater Pentas, Rama Shinta Garden Resto, Taman Wisata Ratu Boko, Andrawina Resto dan The Manohara Hotel Yogyakarta.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, sekaligus melaksanakan rangkaian kegiatan program CHSE, PT TWC menyelenggarakan Pelatihan Food Safety bagi karyawan-karyawati TWC di bidang kuliner dan pengelolaan restoran bekerjasama dengan ACP Indonesia dan i-Clean pada 23–24 Agustus 2021. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan melaksanakan anjuran pemerintah untuk menghindari kerumunan, Pelatihan Food Safety dilaksanakan dengan peserta offline secara terbatas, selebihnya dilakukan melalui online daring. (Tha)

BERITA REKOMENDASI