Pelebaran Jalan Muntung – Sibajak Dukung Pengembangan Ekowis

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pelebaran jalan Muntung – Sibajak bakal dikerjakan Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah 2021 sebagai langkah mendongkrak dan mengembangkan ekonomi wisata (Ekowis) di kawasan tersebut, terutama masa Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana di Temanggung mengatakan jalur Muntung – Sibajak perlu dilebarkan untuk semakin mendorong pergerakkan ekonomi wisata. Jalur akan dilebarkan menjadi 5,5 meter dari semula 3 meter. “Selama ini jalur Muntung-Sibajak menjadi jalur ekonomi wisata, dengan dilebarkan akan menjadi lebih ramai, ” kata Hendra Sumaryana, Jumat (29/01/2021).

Dikatakan diperlukan langkah percepatan untuk mendorong pergerakan ekonomi dan wisata pada masa Pandemi Covid-19. Salah satu syarat adalah ketersediaan infrastrukur jalan yang bagus dan nyaman, seperti di jalur Muntung-Sibajak sepanjang 9,8 kilometer.

Dikatakan pelebaran jalan dibagi dua segmen, yakni Muntung-Jumprit sepanjang 6,9 kilometer dengan anggaran Rp5 miliar dan Jumprit-Sibajak sepanjang 2,9 kilometer dengan anggaran Rp9 miliar.

“Selain dilakukan pelebaran, untuk jalan Jumprit-Sibajak yang terdapat tanjakan yang cukup terjal akan dilakukan perbaikan geometri atau pemangkasan tanjakan jalan untuk mengurangi tingkat kecelakaan,” katanya.

Dikatakan dengan pelebaran jalan itu maka lalu lintas di jalur tersebut diharapkan menjadi ramai, aman dan lancar. Terutama untuk pemanfaatan jalur wisata dan jalur ekonomi yang selama ini telah berjalan.

Pada jalur tersebut terdapat sejumlah objek wisata seperti Sibajak Green Canyon, wahana Jumprit, Tambi di Kabupaten Wonosobo dan menuju ke kawasan Dieng. Selain wisata, tambahnya, di kawasan itu juga merupakan daerah penghasil pertanian, khususnya hortikultura sehingga akses ke pasar akan lebih lancar.

Dia mengemukakan DPUPR juga akan melakukan pelebaran dan peningkatan jalan Kedu-Tegong-Ngadirejo dengan nilai anggaran Rp15 miliar. “Kemudian kami juga punya program pelebaran jalan sebagai akses jalur alternatif seperti Bantir-Wonoboyo dan Kepatran-Medono yang masing-masing kurang lebih anggarannya Rp4 miliar,” katanya.

Hendra mengatakan DPUPR Kabupaten Temanggung juga akan melakukan pengaspalan jalan Kranggan-Kaloran, kemudian Muntung-Jumo dengan nilai anggaran 2 paket tersebut sekitar Rp9 miliar. (Osy)

BERITA REKOMENDASI