Pembakar Hutan Dijerat Hukuman 15 Tahun Penjara

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan, Perum Perhutani Kedu Utara memprakarsai apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tingkat Kabupaten Magelang. Dalam apel ini, juga dilakukan sosialisasi Undang – undang No 41 tahun 1999 tentang kehutanan, dimana pada pasal 50 ayat 3 d, dinyatakan bahwa ancaman hukuman 15 tahun penjara atau denda 5 milyar bagi oknum pembakar hutan.

“Perlu kami sampaikan bahwa penanggulangan bencana kebakaran hutan, merupakan salah satu perwujudan fungsi pemerintah dalam perlindungan masyarakat. Meskipun demikian, penanggulangan kebakaran hutan ini membutuhkan suatu upaya terpadu yang melibatkan masyarakat secara aktif. Pendekatan yang terpadu tersebut, menuntut koordinasi yang baik di antara semua pihak, baik dari sektor pemerintah, swasta, masyarakat, komunitas, organisasi masyarakat, organisasi profesi dan lembaga-lembaga terkait lainnya,” kata Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP, saat membuka apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana Karhutla di Halaman Parkir Gunung Telomoyo, Kecamatan Ngablak, Kamis (13/8/2020).

Selanjutnya, pihaknya berpesan kepada aparat serta para tokoh masyarakat dan relawan, agar bisa membekali diri sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, serta giat berlatih secara rutin dan terencana, sehingga dapat menjadi ujung tombak dalam penanganan bencana kebakaran hutan di Kabupaten Magelang. “Mereka harus siap melakukan penanganan bencana kebakaran hutan secara komprehensif dan terpadu sebelum terjadi kebakaran. Sinergisitas saling gotong royong, saling membantu semua eleman pendukung dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. Pencegahan dan penganggulangan kebakaran menjadi tanggung jawab bersama sesuai perintah presiden RI,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI