Pembanguan Desa Terkendala, Pamsimas Harus Selesai Akhir 2018

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo terus mendorong panitia pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk menyelesaikan pembangunan sebelum tahun 2018 berakhir. Sejumlah desa yang memperoleh bantuan pamsimas bersumber APBD II belum berhasil menyelesaikan proyek tersebut. 

Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Dinperkimtan) Kabupaten Purworejo Ir Susanto mengatakan, pemerintah melaksanakan program pamsimas bersumber dari APBN dan APBD kabupaten. "Untuk program bersumber APBN, semua sudah selesai, sudah dilakukan uji fungsi," tuturnya kepada KRJOGJA.com, Kamis (13/12/2018). 

Untuk program bersumber APBD, realisasi pembangunan rata-rata mencapai 70 – 90 persen. Pembangunan terkendala pencairan dana APBD yang tidak bisa cepat dan proses pengadaan pipa memakan waktu lama. Kondisi berbeda dengan program bersumber APBN karena pencairan lebih cepat 

Banyaknya permintaan pipa menyebabkan toko bangunan kewalahan memenuhi pesanan. Kendala teknis juga dihadapi panitia antara lain air tidak langsung keluar dalam sekali proses pengeboran. "Selain itu ada kendala swadaya masyarakat yang sulit terkumpul juga ada kendala musim hujan. Kami tetap mendorong panitia pembangunan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai perencanaan," terangnya. 

Kasi Perumahan Rakyat Wiyoto H mengemukakan, pembangunan pamsimas berbeda dengan proyek lainnya. Infrastruktur pamsimas dianggap selesai dan dapat diterima apabila telah dilakukan uji fungsi. "Uji fungsi untuk mengetahui apakah sarana mampu memberi 'outcome' sesuai perencanaan. Kalau belum uji fungsi, dinyatakan belum selesai," terangnya. 

Ditambahkan, kendala belum tersedianya jaringan listrik dihadapi pamsimas di Desa/Kecamatan Loano dan Desa Tlogokotes Kecamatan Bagelen. Bak penampung, pipa dan sumur telah selesai dibangun, namun belum bisa dioperasikan karena belum tersambung jaringan listrik. "Silakan panitia bersurat kepada dinas, nanti kami bantu surati PLN. Soal listrik diluar kemampuan pemkab, tetapi harapannya dapat segera terakomodasi," ucapnya. 

Apabila telah dikerjakan maksimal dan infrastruktur tersebut belum bisa diuji fungsi hingga akhir tahun, katanya, pemkab meminta panitia melaporkan hasil pekerjaannya. "Paling penting pelaksanaannya sesuai dengan perencanan, tetap harus dilaporkan pertanggungjawabannya," tegasnya. 

APBN mengalokasikan bantuan pamsimas untuk 19 titik dengan nilai Rp 4,62 miliar. Sementara APBD kabupaten mengalokasikan 2,12 miliar. Secara total, nilai investasi pamsimas senilai Rp 9,711 miliar berupa alokasi bantuan, pendampingan APBDes dan swadaya masyarakat. 

Terpisah, Manajer PLN Rayon Purworejo Rahmat Taupik mengemukakan, pihaknya menerima pengajuan sambungan baru untuk sarana pamsimas di Desa Tlogokotes. Namun ketika disurvey, jarak jaringan dengan lokasi pompa jauh dan membutuhkan 14 tiang listrik. "Kami terkendala karena menurut aturan untuk pasang 14 tiang diharuskan daya minimal 82,5 KVA, sedangkan usulan pelnggan 4,4 KVA, sehingga sementara permohonan belum bisa dilanjutkan. Sementara untuk Loano, masih kami konfirmasi," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI