Pembangunan Manusia, Fokus Periode Kedua

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Agus Bastian SE MM dan Yuli Hastuti SH dilantik sebagai Bupati dan wakil Bupati Purworejo periode 2021 – 2026 oleh Gubernur Jawa Ganjar Pranowo SH MIP, Jumat (26/02/2021). Usai pelantikan, Bupati menyatakan akan menjadikan pembangunan manusia sebagai fokus pemerintahan dalam periode kedua kepemimpinannya.

Agus Bastian mengatakan, sumber daya manusia memiliki peran sangat vital dalam pembangunan. “Manusia adalah operator pembangunan, maka agar pembangunan sukses, SDM haruslah menjadi fokus utama,” tegasnya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com.

Implementasi kebijakan peningkatan SDM antara lain dengan memperluas pendidikan dan pelatihan berbagai keterampilan yang disinergikan dengan kemajuan teknologi serta kebutuhan pasar. Terlebih, katanya, pembangunan kawasan oleh pemerintah pusat maupun provinsi, berkembang dengan pesat.

Pemerintah mengoperasikan Bandara Internasional Yogyakarta, mendorong pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, Bendungan Bener, dan Bedah Menoreh. “Infrastruktur itu ada di sekeliling Purworejo, maka kita butuh SDM mumpuni agar bisa menjawab tantangan itu,” tuturnya.

Kendati demikian, pemkab juga tidak akan meninggalkan pembangunan sektor lain di Kabupaten Purworejo. Menurutnya, pembangunan harus dilaksanakan secara seimbang antarsektor yang berkembang di Purworejo. “Tentu bidang pertanian, pariwisata, sosial budaya, dan lainnya tetap akan menjadi perhatian pemkab,” ujarnya.

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo dilaksanakan secara daring karena mematuhi protokol kesehatan. Keduanya dilantik di Pendopo Bupati Purworejo, disaksikan sejumlah pejabat di lingkungan kabupaten Purworejo.
Adapun Gubernur Ganjar Pranowo berada di Gedung Gradika Bakti Praja Semarang. Pelantikan yang berlangsung secara hybriditu, diikuti 17 pasangan bupati/wabup dari seluruh wilayah Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Ganjar mengingatkan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar demi gengsi, melainkan merupakan ladang perjuangan dalam upaya mengubah keadaan. “Sumpah yang diucapkan itu bukan sekadar kalimat protokoler, itu adalah mantra. Kitab suci yang jadi persaksian, sampai janji itu terpenuhi di hadapan manusia dan Tuhan,” ujarnya.

Ganjar juga berpesan kepada pemimpin daerah agar menata niat dan memantapkan tekad. “Tidak ada pekerjaan yang ringan, tapi ringan jika dilaksanakan secara bersama. Sekarang tuan kita adalah rakyat dan jabatan ini hanyalah mandat,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI