Pembelajaran Daring di Purworejo Masih Terkendala

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Wakil Bupati (Wabup) Purworejo Hj Yuli Hastuti SH mengakui masih banyak permasalahan yang dihadapi pada masa pembelajaran melalui daring. Tidak semua anak sekolah memiliki smartphone, tidak bisa menangkap sinyal hingga tidak adanya kuota internet.

“Masih banyak pula orangtua yang tidak bisa mengajari anak-anaknya ketika belajar di rumah, baik karena alasan kesibukan maupun karena keterbatasan kemampuan pengetahuannya,” katanyanya, Jumat (16/10).

Berbagai persoalan itu kata Yuli Hastuti, membutuhkan solusi yang harus dipecahkan bersama. Terobosan sporadis seperti adanya guru yang mendatangi rumah anak didiknya, lembaga/ perorangan yang menyediakan internet gratis bagi pelajar dan lainnya. Termasuk sumbangan CSR dari sebuah perusahaan yang diterima SMP Negeri 23 Purworejo. Perusahaan ini dengan CSR membantu aplikasi pembelajaran online Kelasmatika. Diharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi para siswa dalam mendukung proses pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini.

Pendidikan menurut Yuli Hastuti, merupakan investasi penting yang akan menentukan masa depan masyarakat dan bangsa. Sebab melalui pendidikan akan mampu meningkatkan kualitas SDM yang sangat dibutuhkan untuk menggerakkan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Sejalan dengan itu, lanjutnya, pendidikan menjadi bidang penting yang harus terselenggara dalam kondisi apapun, termasuk pada saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Pada awal pandemi ini muncul, anak-anak dari tingkat pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi terpaksa diliburkan selama beberapa hari.

BERITA REKOMENDASI